Harga emas turun di Arab Saudi pada hari Senin, berdasarkan data yang dikumpulkan oleh FXStreet.
Harga emas berada di 544,61 Riyal Saudi (SAR) per gram, turun dibandingkan SAR 547,54 pada hari Jumat.
Harga emas turun menjadi SAR 6.352,22 per tola dari SAR 6.386,37 per tola pada hari Jumat.
|
Satuan Ukuran |
Harga Emas dalam SAR |
|---|---|
|
1 Gram |
544,61 |
|
10 Gram |
5.446,09 |
|
Tola |
6.352,22 |
|
Troy Ounce |
16.939,33 |
FXStreet menghitung harga emas di Arab Saudi dengan menyesuaikan harga internasional (USD/SAR) ke mata uang dan satuan pengukuran lokal. Harga diperbarui setiap hari berdasarkan nilai pasar pada saat publikasi. Harga hanya sebagai referensi dan nilai lokal bisa sedikit berbeda.
FAQ Emas
Emas telah memainkan peran penting dalam sejarah manusia karena telah banyak digunakan sebagai penyimpan nilai dan alat tukar. Saat ini, selain kilauannya dan penggunaannya untuk perhiasan, logam mulia ini secara luas dipandang sebagai aset safe-haven, artinya dianggap sebagai investasi yang baik di masa-masa bergejolak. Emas juga secara luas dipandang sebagai lindung nilai terhadap inflasi dan terhadap mata uang yang terdepresiasi karena tidak bergantung pada penerbit atau pemerintah tertentu.
Bank sentral adalah pemegang emas terbesar. Dalam upaya mendukung mata uang mereka di masa-masa bergejolak, bank sentral cenderung mendiversifikasi cadangan mereka dan membeli emas untuk meningkatkan persepsi kekuatan ekonomi dan mata uang. Cadangan emas yang tinggi dapat menjadi sumber kepercayaan atas solvabilitas suatu negara. Bank sentral menambahkan 1.136 ton emas senilai sekitar $70 miliar ke cadangan mereka pada tahun 2022, menurut data dari World Gold Council. Ini adalah pembelian tahunan tertinggi sejak pencatatan dimulai. Bank sentral dari ekonomi berkembang seperti China, India, dan Turki dengan cepat meningkatkan cadangan emas mereka.
Emas memiliki korelasi terbalik dengan Dolar AS dan Obligasi AS, yang keduanya merupakan aset cadangan dan safe-haven utama. Ketika Dolar terdepresiasi, emas cenderung naik, memungkinkan investor dan bank sentral untuk mendiversifikasi aset mereka di masa-masa bergejolak. Emas juga berkorelasi terbalik dengan aset berisiko. Reli di pasar saham cenderung melemahkan harga emas, sementara aksi jual di pasar yang lebih berisiko cenderung menguntungkan logam mulia ini.
Harga dapat bergerak karena berbagai faktor. Ketidakstabilan geopolitik atau kekhawatiran akan resesi yang dalam dapat dengan cepat membuat harga emas melonjak karena statusnya sebagai safe-haven. Sebagai aset tanpa imbal hasil, emas cenderung naik ketika suku bunga lebih rendah, sementara biaya uang yang lebih tinggi biasanya menekan logam kuning ini. Meski demikian, sebagian besar pergerakan bergantung pada perilaku Dolar AS (USD) karena aset ini dihargai dalam dolar (XAU/USD). Dolar yang kuat cenderung menahan harga emas, sedangkan Dolar yang lebih lemah kemungkinan akan mendorong harga emas naik.
(Postingan ini dibuat menggunakan alat otomasi.)
Source: https://www.fxstreet.com/news/saudi-arabia-gold-price-today-gold-falls-according-to-fxstreet-data-202606010505







