Donald Trump menggunakan unggahan Truth Social pada Senin pagi untuk menyalahkan Demokrat serta kritikus dari Partai Republik karena memperumit kesepakatan Iran yang hampir selesai.
Unggahan ini muncul setelah serangan Amerika Serikat selama akhir pekan terhadap situs militer Iran dan serangan balasan dari Teheran ke pangkalan udara AS di Teluk.
Pertukaran serangan ini menandai eskalasi terbaru dalam perang selama 12 minggu. Para negosiator dikabarkan hampir mencapai kerangka kesepakatan 60 hari yang mencakup pelayaran di Selat Hormuz dan program nuklir Iran.
Unggahan Trump pada hari Senin menyebut bahwa Iran ingin ada kesepakatan, tapi para kritikus dalam negeri membuat proses negosiasi menjadi lebih sulit. Sebelumnya, ia juga meminta perubahan pada klausul seputar uranium yang diperkaya milik Iran serta soal waktu verifikasi AS.
Kerangka kesepakatan ini akan mewajibkan Iran membersihkan seluruh ranjau di Selat Hormuz dalam 30 hari. Selain itu, Teheran juga harus kembali menegaskan komitmen tidak membuat senjata nuklir. Sebagai gantinya, sanksi minyak akan dapat dikecualikan. Sekitar 20% minyak dunia melewati jalur ini setiap harinya.
Pembahasan pembukaan kembali Selat Hormuz telah memengaruhi harga energi sepanjang konflik ini.
Mantan Menteri Luar Negeri Mike Pompeo memimpin penolakan Partai Republik, menyebut proposal ini sebagai “hadiah sanksi.” Perpecahan internal ini pun memperumit waktu pengambilan keputusan di Gedung Putih.
Komando Pusat AS menyebut operasi akhir pekan ini bersifat defensif. Mereka menargetkan posisi peluncuran misil dan kapal yang memasang ranjau di perairan selatan Iran. Media pemerintah Iran mengkonfirmasi ada serangan balasan ke pangkalan udara AS di Teluk, tanpa merinci korban.
Perang ini bermula setelah kampanye bersama AS-Israel pada Februari lalu. Serangan tersebut menewaskan pejabat tinggi Iran, termasuk Pemimpin Tertinggi Ali Khamenei. Penutupan selat oleh Teheran telah memicu guncangan pasar energi Asia secara berkelanjutan. Kondisi ini memangkas sekitar seperlima aliran minyak dunia.
Media pemerintah Iran, Fars, menyatakan unggahan Trump belakangan ini bertentangan dengan teks yang telah disepakati. Memorandum jeda 60 hari ini masih dalam tahap kajian Gedung Putih. Sementara, Departemen Keuangan AS melanjutkan Operation Economic Fury untuk memberantas upaya pengelakan sanksi Iran.
Aset berisiko bergerak cukup datar pada Senin. Bitcoin (BTC) diperdagangkan di sekitar US$73.300, turun kurang dari 1% dalam 24 jam. Ethereum (ETH) berada di kisaran US$1.994 menurut data CoinGecko.
Pada awal Mei, serangan telah mendorong likuidasi aset kripto mendekati rekor. Posisi leverage kini sudah turun, sehingga trader tidak terlalu rentan terhadap berita akhir pekan.
Futures saham dan minyak bergerak dalam rentang yang sempit. Minggu ini bisa jadi penentu apakah Trump akan menandatangani kerangka kesepakatan atau malah meningkatkan eskalasi lebih lanjut.

