Pangsa pasar stablecoin euro naik menjadi sekitar US$900 juta pada pertengahan 2026, melampaui puncak awal 2022 sebesar US$721 juta. Pertumbuhan ini mencerminkan konsolidasi regulasi di bawah MiCA, bukan lonjakan adopsi ritel.
Data dari DefiLlama dan CoinGecko menunjukkan segmen stablecoin euro meningkat dua kali lipat dalam setahun setelah MiCA mulai berlaku pada Desember 2024. Kenaikan ini terjadi meskipun stablecoin euro hanya memegang 0,3% dari total pasokan stablecoin global yang mencapai US$300 miliar.
Markets in Crypto-Assets Regulation (MiCA) mewajibkan penerbit stablecoin euro untuk memiliki cadangan terpisah, menerbitkan audit, dan menjamin hak penebusan.
Token yang tidak patuh terancam dihapus dari exchange di Uni Eropa, sehingga likuiditas kini terkonsentrasi pada penerbit yang sudah mendapatkan izin.
Tether sudah menghentikan token EURT, dan telah delisting dari exchange Eropa sebelum batas waktu Desember 2024.
Kosongnya pasar itu langsung menguntungkan penerbit yang patuh aturan, terutama EURC milik Circle yang porsinya naik menjadi sekitar 50% dari segmen stablecoin euro.
EURCV milik Société Générale, EURI dari Banking Circle, dan Stasis EURS juga menjadi penerbit utama di bawah kerangka stablecoin MiCA.
European Securities and Markets Authority sudah memberi izin untuk 19 penerbit token uang elektronik di 11 negara anggota Uni Eropa.
Pangsa pasarnya masih kecil jika dibandingkan dengan stablecoin berbasis dolar. USDT milik Tether dan USDC milik Circle jumlahnya lebih dari US$300 miliar, sementara stablecoin euro hanya menguasai kurang dari 0,4% dari total pasar stablecoin.
Suku bunga negatif di zona euro sebelum 2022 pernah menjadi penghambat penerbitan stablecoin euro baru, sehingga segmen ini kurang berkembang.
Laporan Decta tahun 2025 menyatakan volume transaksi bulanan stablecoin euro yang patuh naik 899% setelah MiCA diberlakukan.
Pergeseran ini menandakan peningkatan penggunaan di tingkat institusi lewat infrastruktur pembayaran dan penyelesaian tokenisasi.
namun pertumbuhan penerbitan stablecoin euro teregulasi belum berujung pada adopsi massal oleh konsumen ritel.
Sembilan lembaga keuangan Eropa, termasuk BBVA, ING, dan UniCredit, telah membentuk konsorsium untuk menerbitkan stablecoin euro yang patuh MiCA.
Mereka berencana meluncurkan stablecoin euro berbasis bank pada akhir 2026 untuk menyaingi Circle.
Apakah segmen ini bisa tumbuh hingga melampaui 1% dari pasar stablecoin global?
Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara langsung
Saat ini, stablecoin dolar masih menjadi andalan untuk settlement on-chain, sedangkan adopsi decentralized finance pada stablecoin euro tetap terbatas.
