Pasar on-chain untuk peptida gray-market telah melampaui laju tahunan US$100 juta, setelah pemasukan kripto melonjak 159% dari kuartal ke kuartal di awal 2026, menurut perusahaan analitik blockchain Chainalysis.
Pemasukan naik dari US$12 juta menjadi US$32 juta hanya dalam kuartal pertama. Ini menandai enam kuartal berturut-turut pertumbuhan untuk bisnis yang sebelumnya hanya bergerak sekitar US$1 juta setiap tiga bulan.
Peptida gray-market adalah versi tak bermerek dan tidak diatur dari senyawa yang terdapat pada obat penurun berat badan dan kosmetik. Pemasok luar negeri langsung menjualnya ke pembeli dengan harga jauh lebih murah dari apotek.
Bank dan pemroses kartu umumnya menolak memproses penjualan ini. Karena itu, perdagangan ini beralih ke penggunaan aset kripto.
Sepanjang tahun 2024, pemasukan hanya sekitar US$1 juta per kuartal. Setelah itu, pasar mulai naik secara konsisten dan belum pernah turun sejak saat itu.
Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara langsung
Chainalysis menyoroti bahwa vendor yang tumbuh dari bisnis kecil menjadi pemain utama di pasar cenderung menggunakan pendekatan yang lebih canggih dalam mengelola dana aset kripto. Ketimbang menahan berbagai aset digital yang volatil, para vendor utama lebih banyak menggunakan Bitcoin (BTC) dan stablecoin untuk transaksi.
Tren ini semakin terlihat jelas pada penjual grosir. Vendor yang menerima rata-rata deposit US$1.000 atau lebih umumnya sangat mengutamakan stablecoin.
Pilihan ini menunjukkan adanya manajemen risiko yang sengaja dilakukan. Stablecoin melindungi pesanan rantai pasok besar dari fluktuasi mendadak harga aset kripto secara lebih luas.
Adopsi stablecoin menandakan ekonomi bayangan yang semakin profesional, bukan yang sedang melambat. Kuartal-kuartal mendatang akan jadi ujian apakah laju US$100 juta ini mampu bertahan di tengah pengawasan yang makin meningkat.
Langganan channel YouTube kami untuk menyaksikan para pemimpin dan jurnalis memberikan wawasan ahli

