Harga Pi Network (PI) kembali bergerak melemah dalam 24 jam terakhir seiring tekanan jual yang masih membayangi pasar.
Aset kripto ini tercatat turun sekitar 3,18% ke level US$0,125, melanjutkan tren negatif yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir.
Pelemahan PI terjadi di tengah koreksi pasar kripto yang lebih luas. Bitcoin sebagai aset kripto terbesar juga mengalami penurunan sekitar 3,47%, menunjukkan bahwa sentimen risk-off masih mendominasi pasar.
Namun, tekanan terhadap PI dinilai lebih besar karena adanya faktor internal berupa distribusi token baru yang meningkatkan pasokan di pasar.
Baca Juga: Minim Katalis Positif, Harga Pi Network Turun 1%
Salah satu faktor utama yang membebani harga Pi Network adalah berlanjutnya tekanan jual setelah proses unlock token.
Bertambahnya jumlah token yang beredar membuat pasokan di pasar meningkat, sementara permintaan belum menunjukkan pertumbuhan yang cukup kuat untuk menyerap suplai tambahan tersebut.
Dari sisi teknikal, Coinmarketcap mengatakan bahwa tekanan jual tersebut mendorong harga PI menembus area support penting di US$0,13.
Level yang sebelumnya menjadi penopang harga kini berubah menjadi area resistance yang harus ditembus jika PI ingin memulai pemulihan.
Penembusan support ini juga memperkuat sinyal bearish karena memicu aksi jual lanjutan dari trader yang menggunakan level teknikal sebagai acuan transaksi.
Selain faktor token unlock, kondisi pasar kripto yang sedang lesu turut memperburuk pergerakan harga PIkIndeks Fear & Greed kripto yang masih berada di zona ketakutan menunjukkan investor cenderung mengurangi eksposur terhadap aset berisiko.
Di sisi lain, komunitas Pi Network juga tengah menyoroti tenggat waktu upgrade node mainnet ke Protocol 25 yang dijadwalkan selesai sebelum 18 Juni.
Upgrade ini bersifat wajib bagi operator node dan berpotensi menimbulkan gangguan operasional sementara apabila proses transisi tidak berjalan lancar.
Meski upgrade tersebut bertujuan meningkatkan performa jaringan dalam jangka panjang, pasar biasanya cenderung berhati-hati menjelang implementasi perubahan besar pada sebuah blockchain.
Saat ini area US$0,118 menjadi support penting yang wajib dipertahankan oleh PI. Level tersebut merupakan area yang dekat dengan titik terendah historis dan berpotensi menjadi penentu arah pergerakan berikutnya.
Jika support tersebut berhasil dipertahankan, peluang rebound menuju area US$0,,13–US$0,137 masih terbuka.
Namun jika tekanan jual berlanjut dan harga menembus US$0,118, maka PI berisiko melanjutkan penurunan menuju level psikologis US$0,10.
Baca Juga: Harga Pi Network Naik 2,34% ke $0,149, Dorong Optimisme Investor
Dalam jangka pendek, prospek harga Pi Network masih cenderung bearish karena kombinasi antara tekanan pasokan dari unlock token dan lemahnya sentimen pasar kripto global.
Selain itu, belum adanya katalis positif yang kuat membuat investor masih memilih bersikap wait and see.
Perhatian pasar kini tertuju pada proses upgrade Protocol 25 yang akan berakhir pada 18 Juni. Keberhasilan implementasi upgrade dan munculnya minat beli baru dapat membantu memulihkan sentimen.
Namun hingga harga mampu kembali menembus dan bertahan di atas US$0,13, kendali pasar masih berada di tangan penjual.
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
The post Harga Pi Network Turun 3%, Tertekan Unlock Token dan Sentimen Pasar Kripto appeared first on Tokocrypto News.