Prediksi aset kripto terbaru dari Wintermute menyatakan bahwa modal belum kembali dan belum ada konfirmasi bottom. Analis BeInCrypto telah menguji semua klaim yang dapat dicek menggunakan data on-chain. Jawaban singkatnya, analisis tersebut memang tepat, kecuali pada satu hal yang diabaikannya.
Bitcoin diperdagangkan di sekitar US$62.000 setelah turun 14% dalam sepekan, kembali ke level yang terakhir terjadi pada September 2024, sementara indeks Nasdaq jatuh 4,7% di tengah kejenuhan pasar AI.
Catatan market maker tanggal 8 Juni menilai bahwa penurunan harga terjadi karena aksi jual institusi AS dan arus keluar exchange-traded fund (ETF) Bitcoin, bukan karena penjualan 32 BTC yang dilakukan Strategy.
Menurut Wintermute, penjualan yang menjadi yang pertama dilakukan perusahaan sejak 2022 tersebut, sebenarnya tidak signifikan secara jumlah dan hanya berdampak sebagai simbol. Pengungkapan minggu ini bahkan menunjukkan Strategy kembali membeli dengan pembelian sebesar 1.550 BTC.
Kali ini, pihak Wintermute menyoroti satu poin. Koin-koin tersebut memang tidak pernah masuk ke order book, namun data sentimen yang diteliti BeInCrypto menunjukkan skor sentimen positif Bitcoin ambruk dari 814 pada 3 Juni menjadi 61 saat ini, turun lebih dari 92%.
Koreksi ini berada di sekitar proses peredaran penjualan, menandakan bahwa kerugian lebih banyak berdampak secara psikologis meski tidak tercermin langsung dalam perdagangan.
Bagian makro dari prediksi kripto Wintermute memandang berita baik justru menjadi berita buruk. Jumlah gaji bulan Mei tercatat 172.000 lapangan kerja dibanding ekspektasi sekitar 80.000, harga jasa naik ke level tertinggi sejak Agustus 2022, dan yield obligasi 10 tahun naik ke 4,55% pada hari Jumat.
Akibatnya, ekspektasi akan pelonggaran berubah redup, bahkan beberapa analis kini melihat inflasi yang dipicu kenaikan harga minyak dapat menjadi alasan kenaikan suku bunga acuan.
Wintermute menambahkan satu kekhawatiran struktural. Sepanjang 2024, Bitcoin nyaris tidak pernah bertahan lama di kisaran US$50.000 hingga US$59.000, sehingga sangat sedikit area support di bawah harga, membuat arus modal menjadi penentu utama arah harga.
Karena itu, analis BeInCrypto lebih dulu memeriksa arus modal.
Indikator paling jelas ialah cadangan stablecoin di exchange, yaitu kumpulan token yang dipatok pada dolar AS di dompet exchange dan siap digunakan membeli aset kripto.
Data CryptoQuant yang dianalisis BeInCrypto menunjukkan, cadangan stablecoin di exchange mencapai puncak di US$75,12 miliar pada 12 November 2025. Sekitar sebulan sejak harga Bitcoin mencetak all-time high.
Sejak itu, jumlahnya menyusut jadi US$62,81 miliar per 10 Juni 2026, turun sekitar 16%. Penurunan ini menghapus seluruh kenaikan cadangan pada kuartal empat dan menurunkan cadangan ke level bahkan lebih rendah ketimbang akhir September 2025, jauh sebelum harga mencapai puncak.
Kapitalisasi pasar stablecoin secara keseluruhan juga memperlihatkan cerita serupa dari sudut pandang lain. DefiLlama menunjukkan total pasokan mencapai US$315,97 miliar, turun US$3,25 miliar dalam seminggu terakhir usai menyentuh puncak mendekati US$323 miliar.
Modal ‘dry powder’ terus menipis, sementara jumlah uang di ekosistem aset kripto juga ikut menyusut.
Pada klaim utamanya, prediksi kripto Wintermute sepenuhnya terbukti. Modal memang belum kembali, apa pun parameternya. Catatan ETF pun memperlihatkan betapa langkanya kekeringan modal kali ini.
Data bulanan SoSoValue menggambarkan satu siklus penuh. Inflow sebesar US$6,02 miliar pada Juli 2025 memulai tren, lalu September dan Oktober menambah masing-masing US$3,53 miliar dan US$3,42 miliar ketika harga menyentuh puncak US$126.210.
Kemudian dana berbalik arah. Mulai November hingga Februari terjadi empat bulan berturut-turut arus keluar terbesar (outflow), jadi rekor terpanjang sejak produk ETF ini diluncurkan, melampaui rekor dua bulan berturut-turut pada Februari dan Maret 2025. Bulan November saja mencatat arus keluar terbanyak, yakni US$3,48 miliar.
Mei kembali menambah luka dengan arus keluar sebesar US$2,43 miliar, jadi bulan terburuk sepanjang 2026, dan Juni sudah mencatat arus keluar US$1,89 miliar hanya dalam 10 hari, hampir 80% dari total di bulan Mei.
Selama masa arus keluar ini, aset dana hampir terpangkas setengah dari US$147,73 miliar menjadi US$77,58 miliar, sementara harga Bitcoin juga turun setengah dari rekor tertinggi ke US$62.000.
Tanggal-tanggal ini semakin mendukung prediksi aset kripto dari Wintermute.
Rekt Capital memprediksi puncak Oktober 2025 pada Juni 2024 dengan menggunakan waktu siklus halving, dan Oktober terbukti menjadi bulan terakhir dengan arus masuk yang signifikan. Breakdown pola segitiga makro di akhir November bertepatan dengan catatan bulan terburuk di rangkaian tersebut.
Matematika ke depan dari dia di sinilah skenario menjadi lebih tajam.
Dalam wawancaranya bersama BeInCrypto, analis ini membatasi potensi kenaikan tahun ini di tren turun makro, yaitu pola harga tertinggi yang semakin rendah sejak Oktober.
Poin penting yang bakal mengubah semuanya adalah jika harga mampu bertahan dan naik di atas US$82.500.
Batas bawah yang diprediksi Rekt Capital justru lebih rendah dari harga saat ini.
Proyeksi dari BeInCrypto juga menyoroti level serupa. Jika kita memakai pergerakan dari pertengahan Januari hingga awal Mei, potensi bottom BTC muncul di US$44.627. Angka ini mewakili koreksi sebesar 64% dari puncak harga BTC.
Puncak harga sebelum breakout dari pola bearish terletak di kisaran US$82.824, sangat selaras dengan pivot US$82.500 versi Rekt Capital.
Jadi, seberapa akurat prediksi kripto dari Wintermute? Jawabannya ada dalam tiga bagian.
Klaim arus dana memang terbukti, mulai dari rekor arus masuk hingga menipisnya cadangan. Anggapan remeh terhadap aksi jual Strategy justru menutupi anjloknya sentimen Bitcoin sebesar 92% yang bisa dibuktikan oleh desk terkait.
Dan satu celah bullish itu nyata, sebab wallet holder jangka panjang terus menyerap koin meski kecepatannya sekarang sudah jauh lebih lambat.
Tetapi, lemahnya akumulasi inilah yang masih membuat prediksi bearish Wintermute tetap bertahan.
Wintermute membuat patokan sendiri pada listing SpaceX tanggal 12 Juni, sementara Rekt Capital menetapkan titiknya di US$82.500. Jika salah satu momen ini terjadi, pola bisa saja langsung berubah―atau jika tidak, matematika arus dana dan siklus masih mengarah ke zona di bawah US$50.000.
Atap prediksi dari dia masih lebih jauh. Setiap siklus selalu membentuk resistance tiga tahunan yang hanya jebol di tahun halving, dan untuk siklus kali ini resistance-nya ada di US$93.000. Itulah mengapa US$93.000 jadi batas maksimal di 2027, dengan rekor tertinggi baru sepertinya mustahil sebelum 2028.

