Trader options di exchange-traded fund (ETF) SPDR Gold Shares (GLD) kini sangat bearish. Salah satu kontrak populer saat ini bertaruh bahwa harga emas akan turun lagi sebesar 40% hingga Juni 2028.
ETF ini telah turun 25% dari rekor intraday di bulan Februari. Harga emas sendiri sudah turun 26,5% sejak puncaknya di bulan Januari, yang menghapus nilai pasar sebesar US$9,75 triliun.
Logam mulia mengalami tekanan jual besar seiring perang AS-Iran mengubah arus safe-haven. BullTheory menyebutkan total kerugian gabungan emas dan perak mencapai US$12,95 triliun hanya dalam 132 hari.
Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara real-time
Perak bahkan mengalami nasib lebih buruk dari emas. Logam ini turun 47,69%, dan kehilangan nilai sebesar US$3,2 triliun.
Di tengah situasi ini, bank-bank juga menjadi semakin berhati-hati. Citigroup menurunkan target harga emas untuk tiga bulan ke depan menjadi US$4.000 per ons dari sebelumnya US$4.300.
Sentimen bearish juga sudah menyebar ke pasar opsi. Dari US$200 juta premi opsi GLD yang diperdagangkan pada hari Rabu, CNBC melaporkan bahwa US$130 juta di antaranya terkait dengan put, berdasarkan data dari ThinkOrSwim dan SpotGamma. 8 dari 10 kontrak teraktif adalah put, dan sebagian besar dibeli, bukan dijual.
Kontrak terpopuler kedua adalah put dengan strike 240, kadaluarsa Juni 2028, dengan harga US$11,50. Posisi ini akan meraup untung jika GLD turun sekitar 40% dari level saat ini.
Nigam Arora, pendiri Arora Report, menyalahkan aksi jual dari sektor resmi atas kejatuhan ini. Ia juga menyinggung tingginya bea impor India dan pemicu stop-loss di US$4.400 atau lebih rendah.
Meski begitu, tidak semua pihak yakin penurunan ini akan berlanjut. Ekonom Peter Schiff berpendapat konflik berkepanjangan justru membuat emas diuntungkan saat logam ini menguji kembali level terendah bulan Maret.
Untuk saat ini, trader opsi nampaknya tetap yakin harga akan turun lebih jauh. Lonjakan aktivitas put, ditambah target harga yang semakin turun dari bank-bank besar, menunjukkan banyak investor memperkirakan jual beli logam mulia ini akan terus berlanjut.
Namun, karena ketegangan geopolitik masih tinggi dan beberapa analis melihat penurunan terkini hanya sementara, pergerakan emas berikutnya kemungkinan akan bergantung pada apakah permintaan aset safe-haven bisa muncul kembali dalam beberapa bulan ke depan.
Langganan channel YouTube kami untuk menonton pemimpin industri dan jurnalis membagikan insight ahli mereka
