Altcoin season mulai menghangat, dengan indeks naik ke angka 51. Tapi, segmen pasar yang paling spekulatif justru mengalami tekanan jual lebih besar dibanding segmen lainnya. Jaringan Solana, yang jadi penguasa transaksi meme coin di setiap chain, jadi bukti betapa pasar meme coin ikut melesu karena volume transaksinya juga ikut turun.
Pembagian terjadi antara niat dan bahan bakarnya. Modal mulai beralih dari Bitcoin ke altcoin, namun area pasar yang paling berisiko malah tertinggal. Ini merupakan tanda awal kecenderungan risk-off, bukan reli menyeluruh.
Patokan awalnya adalah Altcoin Season Index, yang melacak berapa banyak altcoin utama yang mampu mengungguli Bitcoin dalam 90 hari. Skor di atas 75 menandakan altcoin season, sedangkan skor rendah berarti Bitcoin masih memimpin.
Ingin informasi token seperti ini? Daftar Newsletter Harian Crypto dari Editor Harsh Notariya di sini.
Indeks berada di angka 51, naik tajam dari skor rendah yang sempat didominasi Bitcoin di awal bulan Juni, sedangkan market cap altcoin mendekati US$923 miliar. Kenaikan ini menunjukkan dana mulai berpindah dari Bitcoin menuju pasar altcoin yang lebih luas.
Meski begitu, angka 51 masih tergolong netral. Ini jadi sinyal bahwa pasar ingin reli, namun reli besar tersebut belum benar-benar berjalan. Kunci menuju altcoin season sejati adalah perilaku aset yang paling berisiko, dan di sinilah gambaran mulai berubah.
Data meme-versus-alt dari BeInCrypto memperjelas titik lemahnya. Dalam 30 hari terakhir, satu keranjang meme coin turun 19,1%, sedangkan keranjang altcoin mid-cap turun 9,8%. Hasilnya, kinerja meme coin lebih buruk sebesar minus 9,3 poin persentase, artinya segmen spekulatif mengalami tekanan jual lebih besar jika dibandingkan segmen lain di pasar kripto.
Bagian ini penting untuk memperkirakan waktu yang tepat. Dalam reli pasar yang sehat dan luas, biasanya aset paling spekulatif akan memimpin atau minimal mengikuti laju, karena mereka berada di ujung teratas dari spektrum risiko. Ketika mereka tertinggal sejauh ini, artinya selera risiko dari investor menghilang lebih dulu di nama-nama paling berisiko. Hal ini menunjukkan kecenderungan risk-off lebih awal, bukan euforia puncak siklus pasar.
Kedua keranjang ini belum benar-benar terpisah, inilah nuansa pentingnya. Korelasi 30 hari mereka berada di angka 0,90, jadi meme coin dan altcoin masih bergerak bersama seperti satu gelombang risk-on.
Masalah utamanya bukan arah geraknya, melainkan kekuatannya. Keduanya turun bersama, tapi segmen spekulatif jatuh lebih dalam, membuat gerakan pasar justru tertekan ke bawah, bukan terangkat naik.
Jaringan Solana jadi tempat terbaik untuk menguji kesimpulan ini karena transaksi meme coin di chain ini jauh lebih aktif dibanding chain lainnya. Dalam tujuh hari terakhir, Solana memimpin semua jaringan dengan volume meme coin lebih dari US$471 juta dan jumlah peluncuran proyek baru paling banyak, jauh di atas Ethereum yang mendekati US$50 juta dan pasar meme di Base yang sudah alami arus keluar bersih menurut data Nansen.
BeInCrypto mengeluarkan BNB Chain dari perbandingan karena salah satu tokennya menunjukkan pola wash trading dengan rasio perputaran 438 kali lipat nilai pasarnya.
Dominasi Solana menjadikannya indikator paling nyata untuk mengukur hasrat spekulatif pasar saat ini. Jika permintaan ritel kembali, tentu pasar meme coin di jaringan Solana akan menyala duluan. Nyatanya, pasar meme coin Solana justru mulai meredup. Volume DEX mingguan Solana, yang menjadi mesin perdagangan meme coin di platform seperti Pump.fun, turun dari sekitar US$5,2 miliar di pekan 5 Juni ke sekitar US$1,1 miliar pada 14 Juni, penurunan hampir 80%.
Seluruh data tersebut memberi satu kesimpulan. Altcoin season seakan bersiap reli, segmen spekulatif justru melambat, keduanya masih bergerak sebagai satu gelombang, dan bahkan Solana sebagai pemimpinnya pun mulai turun pamor.
Sampai mesin utama ini kembali memanas, altcoin season bisa terus menghangat sementara reli pasar secara luas masih menunggu kepastian.