Poin utama
Pasar kripto secara keseluruhan tetap menguat pada hari Senin, dengan Bitcoin (BTC) memimpin kenaikan setelah menembus level $66.000.
Momentum positif meluas ke altcoin-altcoin utama, dengan Ethereum (ETH) diperdagangkan di atas $1.800 dan XRP diperdagangkan di atas $1,250.
Rali ini terjadi seiring membaiknya sentimen investor menyusul laporan bahwa Amerika Serikat dan Iran telah mencapai perjanjian damai awal yang bertujuan mengakhiri permusuhan di Timur Tengah.
Meredanya ketegangan geopolitik mendorong para investor untuk kembali beralih ke aset berisiko, mendukung pemulihan menyeluruh di pasar aset digital.
Pejabat dari kedua negara telah mengonfirmasi kemajuan menuju kesepakatan damai yang dapat secara signifikan mengurangi ketegangan di kawasan tersebut.
Wakil menteri luar negeri Iran menyatakan di televisi pemerintah bahwa perjanjian tersebut diperkirakan akan ditandatangani secara resmi pada hari Jumat. Sementara itu, pimpinan militer senior Teheran menyebut perkembangan ini sebagai kemenangan besar.
Meskipun rincian lengkap perjanjian belum dirilis, CNN melaporkan bahwa gencatan senjata yang dimulai pada awal April kemungkinan akan diperluas baik dari sisi cakupan maupun durasinya, memberikan waktu negosiasi tambahan selama 60 hari.
Salah satu aspek yang paling diperhatikan dari perjanjian ini adalah potensi pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur pengiriman global yang krusial untuk pasokan minyak dan energi.
Dewan Keamanan Nasional Iran mengumumkan bahwa blokade angkatan laut AS akan segera dicabut berdasarkan perjanjian tersebut dan bahwa operasi militer akan dihentikan di berbagai front, termasuk konflik yang melibatkan Lebanon.
Namun, risiko geopolitik belum sepenuhnya hilang. Laporan dari Kantor Berita Nasional Lebanon menunjukkan bahwa Israel telah memperluas operasi militernya di Lebanon selatan, menegaskan bahwa ketegangan regional masih menjadi faktor yang mempengaruhi pasar global.
Latar belakang geopolitik yang membaik telah membantu memperkuat sentimen di seluruh pasar kripto.
Bukti pergeseran ini terlihat pada Crypto Fear & Greed Index, yang naik ke angka 20 pada hari Senin. Meskipun indeks masih berada di zona "Extreme Fear", angka ini menunjukkan peningkatan yang signifikan dari 18 pada hari sebelumnya dan hanya 8 seminggu lalu.
Pada saat berita ini ditulis, XRP diperdagangkan di $1,267, naik hampir 11% dalam 24 jam terakhir. Token ini masih tertahan di bawah beberapa level resistensi teknikal penting, mengindikasikan bahwa para penjual masih mendominasi tren yang lebih besar meski indikator momentum mulai stabil.
Meskipun XRP masih berada di bawah tekanan, beberapa sinyal teknikal mengindikasikan bahwa momentum penurunan mungkin mulai mereda.
Histogram Moving Average Convergence Divergence (MACD) telah sedikit berbalik positif pada grafik harian, mengisyaratkan kemungkinan berkembangnya pemulihan.
Namun, Relative Strength Index (RSI) telah melonjak ke 77, memasuki wilayah overbought.
Agar XRP dapat membangun pemulihan yang lebih kuat, para pembeli harus melewati beberapa zona resistensi kunci. Resistensi utama pertama berada di $1,28, yaitu EMA 50 hari.
Lonjakan di atas level ini berpotensi mendorong XRP melanjutkan ralinya menuju zona suplai yang lebih tinggi di $1,38 dan $1,59.
Di sisi bawah, level support utama pertama XRP berada di sekitar Bollinger Band bawah di sekitar $1,03.
Di bawah level tersebut, level $1,00 yang penting secara psikologis merupakan zona permintaan kunci yang dapat menarik pembeli jika tekanan jual semakin meningkat.
The post XRP rallies 10% as US–Iran peace deal boosts risk appetite appeared first on CoinJournal.
