Riset Grayscale menyebut token AAVE dari Aave masih undervalued, dengan estimasi nilai wajar sebesar US$80 sampai US$100 dibandingkan harga spot di US$77, berdasarkan analisis arus kas diskonto.
Proyeksi base-case dari manajer aset ini untuk AAVE berada di US$179,11, didukung oleh lima faktor utama.
Laporan tersebut menyoroti Aave sebagai bank on-chain yang permissionless dan menghasilkan pendapatan berulang. Grayscale memperkirakan protokol ini akan membukukan pendapatan sekitar US$60 juta pada tahun 2026.
Dengan menggunakan kelipatan fintech sebesar 20x hingga 25x, nilai pasar wajar Aave diperkirakan sekitar US$1,2 miliar sampai US$1,5 miliar. Rentang tersebut setara dengan harga AAVE di kisaran US$80 hingga US$100.
Grayscale juga memodelkan tiga skenario selama setahun: skenario bearish di US$90,91, base-case di US$179,11, dan skenario bullish di US$270,57.
Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara langsung
Skenario base-case dari perusahaan ini didasari lima asumsi. Grayscale memperkirakan pertumbuhan eksponensial pada stablecoin dan kolaborasi besar dengan Horizon. Grayscale juga memperkirakan dana yang sebelumnya ditarik akan kembali masuk.
Pada kondisi ini, Aave App berhasil menarik pengguna mainstream. Selain itu, institusi membangun di atas arsitektur V4 yang ikut memperdalam likuiditas serta mendorong protokol menuju target US$179,11.
Saat ini, harga AAVE berada sekitar US$77,23 dengan kapitalisasi pasar sekitar US$1,17 miliar. Angka ini sedikit di bawah estimasi nilai wajar terendah dari Grayscale. Dengan harga tersebut, base-case mengindikasikan potensi kenaikan sekitar 132%.
Perusahaan ini juga menandai Hyperliquid, Uniswap, Sky, dan Maple sebagai aset dengan nilai relatif yang kuat. Di sisi lain, target harga AAVE muncul setelah protokol sempat terdampak besar akibat eksploitasi rsETH Kelp DAO pada bulan April.
Pelanggaran tersebut menyebabkan penurunan tajam pada total deposit di Aave. Meski begitu, Grayscale menilai penanganan krisis yang terbuka dari Aave semakin memperkuat kredibilitas institusionalnya.
Subscribe ke channel YouTube kami untuk menonton pemimpin industri dan jurnalis memberikan wawasan ahli
