Postingan AS Mungkin Menyerang Iran Dalam 24 Jam, Kata Laporan (Pembaruan Langsung) muncul di BitcoinEthereumNews.com. Topline Presiden Donald Trump mengatakan Iran telah berhentiPostingan AS Mungkin Menyerang Iran Dalam 24 Jam, Kata Laporan (Pembaruan Langsung) muncul di BitcoinEthereumNews.com. Topline Presiden Donald Trump mengatakan Iran telah berhenti

AS Mungkin Menyerang Iran dalam 24 Jam, Kata Laporan (Pembaruan Langsung)

Topline

Presiden Donald Trump mengatakan Iran telah menghentikan "pembunuhan" serta rencana untuk mengeksekusi para demonstran, sementara demonstrasi anti-pemerintah terus berlanjut dan AS dilaporkan sedang mempertimbangkan intervensi militer di negara Timur Tengah tersebut.

Presiden Donald Trump menyatakan solidaritas dengan para demonstran pada hari Selasa dan membatalkan pertemuan dengan pejabat Iran.

Getty Images

Fakta Kunci

"Kami diberitahu bahwa pembunuhan di Iran sedang dihentikan," kata Trump kepada wartawan di Kantor Oval pada hari Rabu, dan bahwa tidak ada "rencana untuk eksekusi."

"Saya yakin jika itu terjadi kami akan sangat kesal," tambah Trump, mungkin mengisyaratkan peringatan yang ia buat dalam wawancara CBS News bahwa AS akan "mengambil tindakan yang sangat kuat" jika Iran mulai mengeksekusi para demonstran.

Berita ini muncul saat laporan lebih awal pada hari itu mengindikasikan Iran sedang mempersiapkan untuk mengeksekusi seorang demonstran berusia 26 tahun dan spekulasi meningkat mengenai kemungkinan serangan AS ke Iran jika negara tersebut melaksanakan eksekusi.

Erfan Soltani ditangkap pada 8 Januari karena berpartisipasi dalam protes di kota Fardis, kata keluarganya kepada kelompok hak asasi manusia yang berbasis di Norwegia, Hengaw Organization, dan dijadwalkan dieksekusi pada hari Rabu setelah persidangan yang terburu-buru.

Keluarga Soltani mengatakan mereka tidak diizinkan mengakses informasi tentang penangkapan atau persidangannya, dan hanya ditawarkan pertemuan singkat dengannya sebelum eksekusinya.

Lebih awal pada hari Rabu, dua pejabat militer Eropa mengatakan kepada Reuters bahwa AS dapat melakukan intervensi di Iran dalam 24 jam ke depan—tetapi satu pejabat juga memperingatkan bahwa strategi pemerintahan Trump tidak dapat diprediksi untuk "membuat semua orang tetap waspada."

Jumlah korban tewas dari protes yang sedang berlangsung telah meningkat menjadi setidaknya 3.428 kematian demonstran hingga hari Rabu, menurut Iran Human Rights yang berbasis di Norwegia.

Sementara itu, Iran memperingatkan negara-negara tetangga bahwa negara tersebut akan merespons dengan serangan balasan terhadap pangkalan militer AS jika AS menyerang, lapor Reuters, mendorong AS untuk mengevakuasi beberapa personel dari pangkalan angkatan udara utama di Qatar.

Peringatan Iran muncul setelah Trump pada hari Selasa mengatakan ia membatalkan pembicaraan dengan pejabat Iran, mendesak para demonstran dalam postingan Truth Social untuk melanjutkan dan memberitahu mereka, "BANTUAN SEDANG DALAM PERJALANAN."

Trump juga mengatakan kepada wartawan pada hari Selasa bahwa itu adalah "ide bagus" bagi warga Amerika untuk mengevakuasi Iran.

Pemerintahan Trump sedang mempertimbangkan beberapa opsi untuk melakukan intervensi di Iran, termasuk serangan siber atau serangan terhadap fasilitas pemerintah Iran, lapor Washington Post, mengutip mantan pejabat AS yang mengetahui rencana tersebut.

Setidaknya dua sekutu Eropa juga diminta pada hari Senin untuk berbagi intelijen dengan AS mengenai lokasi target potensial di Iran, menurut Washington Post, mengutip pejabat tidak disebutkan namanya dari negara-negara tersebut, meskipun laporan tersebut tidak mengatakan negara mana.

Kutipan Penting

"Patriot Iran, TERUS BERDEMONSTRASI – AMBIL ALIH INSTITUSI KALIAN!!!" tulis Trump di Truth Social pada hari Rabu. "Simpan nama-nama pembunuh dan pelaku kekerasan. Mereka akan membayar harga yang mahal. Saya telah membatalkan semua pertemuan dengan Pejabat Iran sampai pembunuhan demonstran yang tidak masuk akal BERHENTI. BANTUAN SEDANG DALAM PERJALANAN. MIGA!!!"

Tangent

Trump, per hari Senin, dilaporkan cenderung untuk menyerang Iran, lapor Wall Street Journal, mengutip pejabat AS yang tidak disebutkan namanya.

Latar Belakang Kunci

Protes meletus di Iran pada akhir Desember di tengah lonjakan inflasi dan hampir runtuhnya rial Iran. Demonstrasi, yang telah menyebar ke semua 31 provinsi, sejak itu telah menjadi pemberontakan yang lebih luas terhadap rezim Iran.

Bacaan Lebih Lanjut

Trump Dilaporkan Cenderung Menyerang Iran (Forbes)

Trump Memberitahu Demonstran Iran 'Bantuan Sedang Dalam Perjalanan'—Membatalkan Pertemuan dengan Pejabat Negara (Forbes)

Trump Mengatakan Negara Mana Pun yang Berbisnis dengan Iran Akan Menghadapi Tarif 25% (Forbes)

Sumber: https://www.forbes.com/sites/saradorn/2026/01/14/trump-says-iran-currently-has-no-plans-for-executing-protesters-live-updates/

Peluang Pasar
Logo Union
Harga Union(U)
$0.003147
$0.003147$0.003147
+6.67%
USD
Grafik Harga Live Union (U)
Penafian: Artikel yang diterbitkan ulang di situs web ini bersumber dari platform publik dan disediakan hanya sebagai informasi. Artikel tersebut belum tentu mencerminkan pandangan MEXC. Seluruh hak cipta tetap dimiliki oleh penulis aslinya. Jika Anda meyakini bahwa ada konten yang melanggar hak pihak ketiga, silakan hubungi [email protected] agar konten tersebut dihapus. MEXC tidak menjamin keakuratan, kelengkapan, atau keaktualan konten dan tidak bertanggung jawab atas tindakan apa pun yang dilakukan berdasarkan informasi yang diberikan. Konten tersebut bukan merupakan saran keuangan, hukum, atau profesional lainnya, juga tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi atau dukungan oleh MEXC.