Aktivitas staking Ethereum, Solana, Polkadot, dan Tezos terus berkembang karena institusi mencari imbal hasil tanpa mengorbankan kontrol. Saat ini, jaringan Proof-of-Stake menguasai pangsa yang terus bertumbuh dari nilai yang terkunci, sementara perusahaan menuntut infrastruktur yang selaras dengan tata kelola internal.
Dengan latar belakang ini, Chorus One dan Ledger mengumumkan kolaborasi yang membawa staking institusional langsung ke dalam platform Ledger Enterprise.
Integrasi ini memungkinkan institusi untuk melakukan staking ETH, SOL, DOT, dan XTZ tanpa mentransfer hak asuh aset digital. Kunci privat tetap dilindungi oleh perangkat keras aman Ledger, sementara Chorus One mengoperasikan infrastruktur validator.
Apakah struktur ini akhirnya menghilangkan salah satu hambatan terbesar untuk staking institusional?
Cara Kerja Integrasi Ledger dan Chorus One
Kolaborasi ini menggabungkan kerangka kerja hak asuh dan tata kelola Ledger Enterprise dengan operasi staking Chorus One. Institusi mendelegasikan aset dari dompet perangkat keras kripto yang aman, menghilangkan kebutuhan untuk memindahkan dana ke validator eksternal.
Tindakan staking, manajemen imbalan, dan delegasi terjadi di dalam lingkungan tata kelola yang sama yang sudah digunakan institusi untuk perbendaharaan dan manajemen aset.
Ledger Enterprise menyediakan kontrol berbasis kebijakan, alur kerja multi-otorisasi, dan jejak audit lengkap. Chorus One berkontribusi pada kinerja validator, riset jaringan, dan keandalan operasional di berbagai ekosistem Proof-of-Stake. Bersama-sama, pengaturan ini bertujuan untuk memenuhi standar keamanan institusional sambil memungkinkan partisipasi dalam konsensus jaringan.
Damien Scanlon, Chief Product Officer di Chorus One, mengatakan institusi memerlukan solusi staking yang memenuhi kebutuhan keamanan dan kepatuhan yang ketat. Dia mencatat bahwa integrasi Ledger Enterprise menjaga tata kelola di tangan klien sambil mempertahankan standar kinerja yang terkait dengan validator Chorus One.
Tata Kelola dan Kepatuhan Menjadi Pusat Perhatian
Tata kelola tetap menjadi tema yang menentukan dari kemitraan ini. Institusi sering menghadapi rantai persetujuan internal, pemisahan tugas, dan kewajiban pelaporan kepatuhan. Platform Ledger Enterprise mendukung kebutuhan ini melalui alur kerja tata kelola yang dapat dikonfigurasi yang memerlukan beberapa persetujuan sebelum tindakan dijalankan.
Kemampuan audit juga memainkan peran sentral. Integrasi ini menawarkan pelaporan terperinci yang mendukung tinjauan kepatuhan dan pengawasan perbendaharaan. Setiap tindakan terkait staking meninggalkan jejak yang dapat diverifikasi, yang selaras dengan kerangka risiko institusional. Bagi perusahaan yang menghadapi pengawasan regulasi, visibilitas seperti itu sering kali sama pentingnya dengan imbal hasil itu sendiri.
Sébastien Badault, Executive Vice President di Ledger Enterprise, menyoroti bahwa perusahaan terus mengadopsi aset digital, tetapi keamanan dan tata kelola tetap menjadi prasyarat. Dia menggambarkan kolaborasi ini sebagai cara untuk menggabungkan staking berkinerja tinggi dengan hak asuh mandiri yang tanpa kompromi.
Memperluas Akses Institusional ke Jaringan PoS
Chorus One sudah mengoperasikan infrastruktur untuk lebih dari 40 jaringan Proof-of-Stake, termasuk Cosmos, Solana, Avalanche, dan Near. Koneksi Ledger Enterprise memperluas jangkauan tersebut ke institusi yang diatur yang memerlukan perlindungan kunci yang didukung perangkat keras dan penegakan kebijakan.
Ekspansi ini memperkuat posisi Ledger Enterprise sebagai platform manajemen aset digital end-to-end. Institusi mendapatkan lingkungan tunggal untuk hak asuh, tata kelola, dan generasi imbal hasil di seluruh aset PoS utama. ETH, SOL, DOT, dan XTZ mewakili beberapa jaringan staking yang paling banyak diadopsi, yang menjadikannya titik masuk yang logis untuk partisipasi institusional.
Sumber: https://coinpaper.com/13911/ledger-brings-governance-ready-staking-to-eth-and-sol


