TLDR Hong Kong menandatangani perjanjian dengan Shanghai Gold Exchange untuk mengembangkan sistem kliring emas terpusat. Perusahaan baru ini akan disebut Hong Kong PreciousTLDR Hong Kong menandatangani perjanjian dengan Shanghai Gold Exchange untuk mengembangkan sistem kliring emas terpusat. Perusahaan baru ini akan disebut Hong Kong Precious

Hong Kong Meluncurkan Perusahaan Kliring Emas dengan Dukungan Shanghai

TLDR

  • Hong Kong menandatangani perjanjian dengan Shanghai Gold Exchange untuk mengembangkan sistem kliring emas terpusat.
  • Perusahaan baru ini akan disebut Hong Kong Precious Metals Central Clearing Co.
  • Harga emas mencapai rekor tertinggi sepanjang masa dengan menembus angka $5.000 per ons.
  • Uji coba operasional perusahaan kliring diharapkan dimulai akhir tahun ini setelah mendapat persetujuan regulasi.
  • Shanghai Gold Exchange akan membantu dengan dukungan teknis, penyusunan regulasi, dan persetujuan kelembagaan.

Hong Kong telah bermitra dengan daratan Tiongkok untuk meluncurkan perusahaan kliring emas ketika harga emas menembus $5.000 per ons. Shanghai Gold Exchange menawarkan dukungan penuh, keahlian teknis, dan bantuan regulasi untuk membangun platform logam mulia terpusat di kota tersebut.

Hong Kong mendirikan perusahaan kliring emas dengan bantuan daratan

Pemerintah Hong Kong menandatangani perjanjian dengan Shanghai Gold Exchange selama Forum Keuangan Asia 2026. Kesepakatan tersebut menguraikan kerja sama dalam infrastruktur, pembuatan aturan, dan manajemen risiko untuk perusahaan kliring baru.

Entitas yang disebut Hong Kong Precious Metals Central Clearing Co. ini akan beroperasi di bawah standar internasional untuk transparansi dan efisiensi. Uji coba operasional dijadwalkan dimulai pada akhir tahun 2026, menunggu izin regulasi.

Pernyataan pemerintah mengonfirmasi platform kliring akan berfungsi sebagai sistem inti kota untuk transaksi emas. Sekretaris Layanan Keuangan Hong Kong, Christopher Hui, akan menjabat sebagai ketua. Perwakilan Shanghai Gold Exchange akan bertindak sebagai wakil ketua.

Ia menambahkan bahwa perkembangan ini sejalan dengan upaya untuk meningkatkan penggunaan yuan digital Tiongkok di luar negeri.

Shanghai Gold Exchange, yang beroperasi di bawah People's Bank of China, akan membantu menyusun aturan dan menyaring institusi peserta. Kerja sama ini dirancang untuk meningkatkan koneksi keuangan global Hong Kong. Langkah ini memperkuat pengaruh Tiongkok dalam saluran perdagangan emas internasional.

Emas mencapai rekor tertinggi saat Tiongkok memperluas cadangan

Harga emas melonjak melewati $5.000 per ons untuk pertama kalinya, melanjutkan reli 60% selama tahun 2025. Analis mengaitkan kenaikan ini dengan meningkatnya pembelian bank sentral dan ketidakpastian ekonomi di seluruh dunia.

Tiongkok tetap menjadi konsumen dan produsen emas terbesar di dunia, memegang 7,7% cadangan global pada September 2025. Kepemilikan emas resminya mencapai 2.306 ton metrik pada akhir tahun.

Negara ini telah membeli emas selama 14 bulan berturut-turut, memperkuat strategi cadangannya. Pihak berwenang juga berencana membangun brankas emas baru dengan kapasitas lebih dari 2.000 ton dalam tiga tahun. Fasilitas tersebut akan beroperasi di bawah sistem pergudangan Shanghai Gold Exchange.

Menurut data pemerintah, ekspansi ini mendukung tujuan pasokan fisik jangka panjang Tiongkok. Pejabat menekankan kepatuhan terhadap standar kliring global. Mereka juga menyoroti peran Tiongkok yang semakin berkembang dalam penetapan harga dan penyimpanan fisik emas.

Tiongkok meningkatkan impor emas saat harga logam tanah jarang naik

Rusia mengekspor 25,3 ton emas ke Tiongkok pada tahun 2025, menandai peningkatan 800% dibanding tahun sebelumnya. Pengiriman Desember mencapai rekor bulanan 10 ton, senilai $1,35 miliar.

Rusia menempati peringkat ketujuh di antara pemasok emas Tiongkok, dengan Swiss tetap menjadi yang terbesar dengan ekspor senilai $25,73 miliar. Kanada mengikuti dengan $11,06 miliar, sementara Afrika Selatan mengekspor emas senilai $9,42 miliar.

Australia dan Kirgistan juga merupakan pemasok utama, dengan ekspor masing-masing senilai $8,77 miliar dan $4,95 miliar. Perdagangan emas antara Tiongkok dan Rusia mencapai rekor tertinggi.

Sementara itu, perusahaan logam tanah jarang Tiongkok mencatat laba lebih tinggi karena pembatasan ekspor dan dukungan kebijakan yang kuat. Dari Januari hingga September 2025, 47 perusahaan menyamai total laba bersih tahun penuh 2024.

Harga disprosium di Eropa mencapai $935 per kilogram pada Januari karena kekhawatiran pasokan. Tiongkok membatasi ekspor tujuh logam tanah jarang, termasuk disprosium, pada April 2025.

Sebagai tanggapan, AS memberlakukan tarif baru pada barang-barang Tiongkok, meningkatkan ketegangan perdagangan. Pembicaraan antara kedua pemerintah masih berlangsung. Situasi ini terus mempengaruhi rantai pasokan global.

Postingan Hong Kong Launches Gold Clearing Firm with Shanghai Backing pertama kali muncul di CoinCentral.

Penafian: Artikel yang diterbitkan ulang di situs web ini bersumber dari platform publik dan disediakan hanya sebagai informasi. Artikel tersebut belum tentu mencerminkan pandangan MEXC. Seluruh hak cipta tetap dimiliki oleh penulis aslinya. Jika Anda meyakini bahwa ada konten yang melanggar hak pihak ketiga, silakan hubungi [email protected] agar konten tersebut dihapus. MEXC tidak menjamin keakuratan, kelengkapan, atau keaktualan konten dan tidak bertanggung jawab atas tindakan apa pun yang dilakukan berdasarkan informasi yang diberikan. Konten tersebut bukan merupakan saran keuangan, hukum, atau profesional lainnya, juga tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi atau dukungan oleh MEXC.