HOLCIM PHILIPPINES, INC. bermitra dengan penyedia energi terbarukan (RE) Peak Energy untuk membangun proyek tenaga surya berkapasitas 25-megawatt-peak (MWp), yang diproyeksikan dapat mengurangi emisi karbon dioksida hingga 28.500 ton setiap tahun.
Di bawah kemitraan ini, Peak Energy akan membangun dan mengoperasikan sistem fotovoltaik (PV) surya yang dipasang di tanah di pabrik Holcim Philippines di La Union dan Bulacan.
"Secara keseluruhan, sistem RE ini diharapkan menghasilkan sekitar 40 gigawatt jam energi bersih setiap tahun," kata perusahaan dalam pernyataan pada hari Rabu.
Fase pertama proyek ini melibatkan pemasangan fasilitas tenaga surya 13-MWp di pabrik Holcim di Bacnotan, La Union, dan fasilitas 12-MWp di Norzagaray, Bulacan.
"Setelah beroperasi pada tahun 2027, proyek ini diharapkan dapat mengurangi sekitar 28.500 ton emisi karbon dioksida per tahun," katanya.
Perusahaan mengatakan pengurangan ini diharapkan dapat menurunkan jejak karbon dari produksi semen di kedua lokasi tersebut.
"Inisiatif ini sejalan dengan komitmen Holcim Philippines untuk mengurangi emisi karbon dalam operasinya dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil tradisional," katanya.
"Dengan mengintegrasikan energi terbarukan skala besar secara langsung ke dalam proses manufakturnya, Holcim Philippines bertujuan untuk memproduksi bahan bangunan rendah karbon secara lebih berkelanjutan untuk pasar Filipina," tambahnya.
Holcim Philippines mengatakan proyek-proyek tersebut tidak akan memerlukan investasi awal dari perusahaan berdasarkan ketentuan perjanjian pembelian listrik (PPA) selama 20 tahun.
"Peak Energy akan menangani pendanaan, instalasi, operasi, dan pemeliharaan sistem PV surya, sementara Holcim Philippines akan membeli listrik yang dihasilkan selama masa perjanjian," katanya.
Dalam rilis terpisah, Holcim Philippines mengatakan telah menyelesaikan investasi senilai P358 juta untuk sistem pengumpanan bahan bakar alternatif di pabrik La Union-nya.
"Proyek ini mendukung operasi rendah karbon dengan meningkatkan penggunaan bahan bakar alternatif, mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil impor, dan memajukan praktik ekonomi sirkular melalui pemrosesan bersama bahan limbah," katanya.
Sistem pengumpanan baru ini diharapkan dapat memungkinkan pabrik mencapai pengurangan karbon bersih sekitar 12% per ton bahan semen yang diproduksi.
"Ini menempatkan Holcim Philippines untuk memenuhi target pengurangan karbon dioksida dan berkontribusi pada ambisi Holcim Group untuk mencapai nol bersih pada tahun 2050," tambahnya.
Selain pabriknya di Bulacan dan La Union, Holcim Philippines juga mengoperasikan fasilitas manufaktur semen di Misamis Oriental dan Davao. — Justine Irish D. Tabile


