Bitcoin kembali memunculkan sinyal tekanan pasar yang dinilai cukup serius setelah data terbaru menunjukkan Long-Term Holders (LTH) atau pemegang jangka panjang mulai memasuki zona kerugian untuk pertama kalinya sejak 2022. Kondisi ini menjadi perhatian karena dalam siklus sebelumnya, pergeseran LTH ke fase rugi sering kali memicu percepatan penurunan harga dan meningkatkan tekanan jual di pasar.
Dilaporkan Crypto Quant, sata tersebut ditunjukkan melalui dua grafik utama yang membandingkan pola pergerakan LTH pada siklus sebelumnya dengan kondisi saat ini. Dalam analisis historis, fase rugi bagi investor jangka panjang dianggap sebagai salah satu indikator penting yang dapat mengubah sentimen pasar dari bertahan menjadi panik.
Grafik pertama memperlihatkan bahwa pada siklus 2021, ketika LTH memasuki zona rugi, momentum penurunan Bitcoin justru meningkat tajam. Kondisi tersebut menjadi awal dari tekanan jual yang lebih agresif, di mana investor yang sebelumnya cenderung bertahan mulai kehilangan keyakinan terhadap tren harga.
Pada periode itu, masuknya LTH ke zona rugi menandakan bahwa bahkan investor yang telah memegang Bitcoin dalam jangka panjang mulai terdampak koreksi harga. Hal tersebut memicu efek psikologis yang kuat, karena LTH biasanya dianggap sebagai kelompok yang paling tahan terhadap volatilitas pasar.
Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Naik 9% ke $70.600, Mulai Berbalik?
Grafik kedua menunjukkan bahwa situasi serupa kini kembali terjadi. Data terbaru mencatat bahwa per hari ini, Long-Term Holders kembali memasuki fase kerugian. Ini menjadi momen penting karena menandakan perubahan besar dalam struktur pasar, di mana tekanan harga sudah cukup dalam hingga menekan rata-rata biaya beli investor jangka panjang.
Masuknya LTH ke fase rugi juga sering dikaitkan dengan potensi munculnya panic selling, terutama jika tekanan turun terus berlanjut. Jika investor jangka panjang mulai melepas aset, maka tekanan jual dapat meningkat lebih cepat dibanding fase koreksi biasa.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Minggu, 8 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Kesimpulan dari pola historis 2021 menunjukkan bahwa masuknya LTH ke zona rugi sering kali menjadi awal transisi pasar menuju fase bearish yang lebih panjang. Kondisi tersebut biasanya memicu gelombang aksi jual berbasis kepanikan, bukan sekadar koreksi teknikal.
Karena itu, analis menilai bahwa mengambil posisi terlalu cepat tanpa adanya konfirmasi tren yang jelas dapat meningkatkan risiko penurunan lebih dalam pada level harga saat ini. Dengan sinyal ini, pelaku pasar disarankan untuk lebih berhati-hati dan menunggu validasi arah tren sebelum melakukan positioning agresif.
Menurut Tim Research Tokocrypto, kapitulasi LTH adalah pedang bermata dua: di satu sisi memicu volatilitas downside ekstrem jangka pendek, namun di sisi lain diperlukan untuk membersihkan sisa supply overhang sebelum pasar bisa membentuk bottom yang valid.
Baca juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Melemah ke Area $69.000
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
The post Alarm Bear Market? Long-Term Holder Bitcoin Kembali Masuk Fase Loss appeared first on Tokocrypto News.


