Cryptoharian – Koreksi terbaru Bitcoin (BTC) kembali memicu kekhawatiran bahwa reli panjang aset ini mulai memasuki fase yang lebih rapuh. Mike Mcglone, yang meCryptoharian – Koreksi terbaru Bitcoin (BTC) kembali memicu kekhawatiran bahwa reli panjang aset ini mulai memasuki fase yang lebih rapuh. Mike Mcglone, yang me

Bitcoin Sempat Jebol US$ 70.000, Analis Bloomberg Peringatkan Risiko Domino ke Saham

2026/02/09 13:08
durasi baca 3 menit

Cryptoharian – Koreksi terbaru Bitcoin (BTC) kembali memicu kekhawatiran bahwa reli panjang aset ini mulai memasuki fase yang lebih rapuh. Mike Mcglone, yang merupakan senior commodity strategist Bloomberg Inteliigence, menilai pergerakan BTC yang sempat jatuh di bawah US$ 70.000 mencerminkan proses mean-reversion, kembalinya harga ke kisaran rata-rata setelah periode spekulasi berlebih.

Dalam unggahan di media sosial X pada 7 Februari, McGlone menyebut Bitcoin sebagai produk era pasca-krisis keuangan global, saat likuiditas berlimpah mendorong inflasi harga aset beresiko.

“Ketika siklus itu menua, BTC cenderung kembali ke level yang paling sering diperdagangkan secara historis, yang menurut saya berkumpul di area US$ 64.000,” ungkap McGlone.

Dalam hal ini, ia merajuk pada grafik mingguan yang menunjukkan area pertengahan US$ 60.000 berulang kali diuji, sementara data volume mengindikasikan aktivitas transaksi yang padat di kisaran US$ 64.000. Pola itu dinilai menguatkan argumen bahwa level tersebut berperan sebagai support struktural yang menyerap tekanan jual saat pasar terguncang.

Berdasarkan riset yang ia lakukan, strategist tersebut juga menyoroti perbandingan dengan SnP 500 untuk menekankan peran Bitcoin sebagai indikator awal sentimen resiko. Dalam beberapa periode sebelumnya, pelemahan BTC yang bertahan lama kerap beriringan atau mendahului tekanan di pasar saham.

“Karena indeks saham masih berada di level tinggi, mohon diperhatikan bahwa kegagalan Bitcoin mempertahankan US$ 64.000 bisa menjadi sinyal meningkatnya stres di aset-aset beresiko,” ujarnya.

Baca Juga: Tokoh Penting BitMEX Tuding BlackRock Jadi Penyebab Turunnya Bitcoin

Menurutnya, US$ 64.000 adalah garis pertahanan krusial, yang jika level ini tertembus, maka penurunan dapat berakselerasi dan mendorong investor memangkas eksposur resiko yang lebih luas, termasuk ekuitas.

Peringatan itu muncul setelah pekan yang sangat volatil. Bitcoin sempat turun hingga di bawah US$ 61.000 dan telah terkoreksi hampir 45 persen dari puncak sekitar US$ 126.000 pada Oktober 2025. Pada 5-6 Februari, BTC mengalami penurunan harian terdalam sejak akhir 2022, jatuh 15 persen, lalu memantul 11 persen hingga sempat kembali menembus US$ 70.000.

“Ada sejumlah faktor yang memperparah guncangan. Mulai dari ketidakpastian tarif, keraguan arah kebijakan The Fed, hingga volatilitas lintas aset, ditambah perubahan sentimen institusional karena ETF Bitcoin Spot Amerika mulai mencatat arus keluar pada awal 2026 setelah sebelumnya dibantu inflow besar,” kata McGlone.

Di sisi on-chain, sinyalnya terbelah. Dompet ritel disebut agresif mengakumulasi saat penurunan dan cenderung mempertahankan area US$ 60.000 hingga US$63.000, sementara pemegang besar lebih condong distribusi, sehingga reli tertahan.

Pada saat berita dibuat, Bitcoin berada di kisaran US$ 69.464. Angka ini mencerminkan kenaikan sebesar 2 persen dalam jangka waktu 24 jam, namun masih turun kurang lebih 11 persen dalam sepekan.

Peluang Pasar
Logo Bitcoin
Harga Bitcoin(BTC)
$70,398.19
$70,398.19$70,398.19
-1.11%
USD
Grafik Harga Live Bitcoin (BTC)
Penafian: Artikel yang diterbitkan ulang di situs web ini bersumber dari platform publik dan disediakan hanya sebagai informasi. Artikel tersebut belum tentu mencerminkan pandangan MEXC. Seluruh hak cipta tetap dimiliki oleh penulis aslinya. Jika Anda meyakini bahwa ada konten yang melanggar hak pihak ketiga, silakan hubungi [email protected] agar konten tersebut dihapus. MEXC tidak menjamin keakuratan, kelengkapan, atau keaktualan konten dan tidak bertanggung jawab atas tindakan apa pun yang dilakukan berdasarkan informasi yang diberikan. Konten tersebut bukan merupakan saran keuangan, hukum, atau profesional lainnya, juga tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi atau dukungan oleh MEXC.