Pemerintah pada hari Senin secara resmi menyerahkan operasional kompleks pembangkit listrik tenaga air (PLTA) Caliraya-Botocan-Kalayaan (CBK) berkapasitas 797 megawatt di Laguna kepada Thunder Consortium yang dipimpin Aboitiz setelah grup tersebut memenangkan tender privatisasi senilai P36,27 miliar untuk fasilitas tersebut.
Thunder Consortium mengambil alih operasional kompleks CBK berkapasitas 797 megawatt (MW) menyusul privatisasi yang dilakukan oleh Power Sector Assets and Liabilities Management Corp. (PSALM) milik negara.
Aboitiz Power Corp. (AboitizPower), melalui anak perusahaannya Aboitiz Renewables, Inc., memegang saham 64% di Thunder Consortium, yang juga mencakup Sumitomo Corp. dan Electric Power Development Co. dari Jepang.
"Pembangkit ini lebih dari sekadar fasilitas listrik. Ini benar-benar aset yang sangat, sangat strategis. Ini memberikan fleksibilitas, stabilitas, dan ketahanan dalam sistem energi yang berubah dengan cepat. Ini memungkinkan kami untuk mengelola puncak permintaan, mendukung cadangan dan mengintegrasikan lebih banyak energi terbarukan ke dalam jaringan tanpa mengorbankan keandalan," kata Ketua AboitizPower Sabin M. Aboitiz dalam pidatonya selama penyerahan seremonial.
Kompleks CBK mencakup pembangkit listrik tenaga air Caliraya 39,37 MW di Lumban, pembangkit listrik tenaga air Botocan 22,91 MW di Majayjay, dan pembangkit penyimpanan pompa Kalayaan I 366 MW dan Kalayaan II 368,36 MW, semuanya di Laguna.
Kompleks tersebut telah dioperasikan berdasarkan perjanjian bangun-rehabilitasi-operasi-transfer selama 25 tahun antara CBK Power Co. Ltd. dan National Power Corp. — Sheldeen Joy Talavera
![[Pastilan] Biaya kelalaian di Iligan](https://www.rappler.com/tachyon/2026/02/pastilan-cost-of-iligan-February-9-2026.jpg)
