Chainlink (LINK), salah satu platform oracle terkemuka, mengalami kesulitan untuk pulih sepanjang Februari. Meski ada banyak kabar positif, tekanan jual tetap bertahan.
Karena pergerakan harga menyentuh level support yang sudah bertahan selama enam tahun, bulan Februari bisa menjadi momen penentu apakah LINK akan masuk ke fase harga baru.
Data harga menunjukkan bahwa level saat ini di sekitar US$8,4 selaras dengan garis support jangka panjang yang telah bertahan sejak 2020. Hal ini membuat pergerakan harga LINK dalam beberapa hari ke depan menjadi acuan penting bagi analis untuk membuat proyeksi jangka panjang.
Sinyal terbaru dari sejumlah kemitraan strategis sebenarnya bisa memperkuat daya tarik LINK.
Robinhood telah meluncurkan testnet publik untuk Robinhood Chain, yaitu jaringan layer-2 di Arbitrum yang fokus pada aset tokenisasi. Lebih pentingnya lagi, Chainlink bertindak sebagai penyedia oracle utama platform ini. Integrasi ini membuat para pengembang bisa memanfaatkan data feed, interoperabilitas, dan standar kepatuhan milik Chainlink untuk mendukung berbagai use case tokenisasi yang lebih canggih.
Hal serupa juga terjadi pada Ondo Finance, sebuah platform yang berfokus pada tokenisasi aset dunia nyata, telah memilih Chainlink sebagai penyedia data resminya. Tujuannya adalah mempercepat adopsi saham tokenisasi dan ETF. Kolaborasi ini memungkinkan sekuritas AS yang telah ditokenisasi beroperasi di ekosistem DeFi Ethereum, dengan jaminan data tingkat institusional.
Manfaat dari kerja sama dengan Robinhood dan Ondo memang belum langsung memberikan kenaikan harga. Sentimen pasar secara umum yang lemah sepertinya menjadi faktor utama penghambat. LINK juga belum menunjukkan rebound yang jelas dari level support enam tahun, bahkan saat pengumuman kemitraan tersebut dirilis.
Di sisi lain, tekanan jual dari exchange justru semakin kuat. Exchange Inflow (Top 10) naik tajam pada Februari 2026.
Metrik ini mengukur total jumlah koin dari 10 transaksi masuk terbesar ke exchange. Nilai yang tinggi menandakan adanya volume LINK yang masuk dalam jumlah besar secara bersamaan. Perilaku seperti ini biasanya memberi sinyal tekanan jual yang meningkat.
Lonjakan serupa juga pernah terjadi pada September tahun lalu. Harga LINK mulai turun sesaat setelahnya. Sekarang, metrik tersebut kembali naik. Tren ini mungkin menandakan beberapa holder besar sedang bersiap melakukan likuidasi, sehingga tekanan turun harga semakin bertambah.
Jika tekanan jual terus-menerus terjadi, LINK bisa saja menembus level support enam tahun ini. Tapi, kemitraan dengan Robinhood dan Ondo tetap memberikan optimisme jangka panjang. Pemulihan yang signifikan kemungkinan butuh situasi pasar yang lebih mendukung agar selaras dengan fundamental Chainlink.

