Harga XMR naik hampir 10% pada hari Selasa setelah rilis laporan baru dari TRM Labs yang menyoroti ketahanan Monero serta adopsinya yang terus berkembang di pasar yang berfokus pada privasi, meskipun sudah banyak exchange besar yang melakukan delisting.
Riset ini menyoroti penggunaan Monero yang semakin meningkat di lingkungan berisiko tinggi, termasuk darknet marketplace, dan juga mengungkap perilaku halus pada lapisan jaringan yang bisa memengaruhi asumsi privasi di dunia nyata.
Pada waktu publikasi, XMR diperdagangkan di harga US$335,66, naik hampir 10% dalam 24 jam terakhir.
Menurut TRM Labs, aktivitas transaksi on-chain Monero tetap stabil secara keseluruhan sepanjang 2024–2025 dan konsisten lebih tinggi dari level sebelum 2022.
Tren ini tetap terjadi walaupun banyak platform terkemuka seperti Binance, Coinbase, Kraken, dan Huobi semakin membatasi akses ke XMR akibat masalah regulasi dan keterlacakan.
Berdasarkan riset dari perusahaan tersebut:
Kriptografi Monero tetap kuat, namun dinamika di lapisan jaringan bisa memengaruhi asumsi privasi di dunia nyata.
Laporan ini menekankan ketahanan Monero bukan didorong oleh trader ritel biasa. Sebaliknya, kekuatannya mencerminkan komunitas inti pengguna yang benar-benar mengutamakan transaksi privasi meskipun ada hambatan, opsi masuk terbatas, dan likuiditas berkurang.
Volume transaksi di 2024 dan 2025 secara signifikan lebih tinggi daripada awal 2020–2021, menandakan permintaan yang berkelanjutan dan bukan hanya lonjakan spekulatif sesaat.
Stabilitas ini sangat menonjol, terutama jika mengingat kabar bahwa pada 2025 saja sudah ada 73 exchange yang melakukan delisting terhadap Monero.
Akibatnya, likuiditas XMR kini semakin terpusat di platform offshore atau bervisi kepatuhan rendah. Hal ini sebagian menjelaskan mengapa sebagian besar pembayaran ransomware masih memakai Bitcoin.
Sementara pelaku sering meminta Monero karena fitur privasinya, Bitcoin tetap lebih mudah diakses, dipindahkan, dan ditukar dalam jumlah besar.
Di sisi lain, laporan juga mengakui adopsi Monero di darknet market terus meningkat.
Data TRM Labs menunjukkan 48% darknet marketplace baru di 2025 kini secara eksklusif mendukung XMR, melonjak tajam dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Tren ini sangat jelas di pasar yang mengarah ke Barat, mencerminkan respons langsung terhadap meningkatnya kemampuan pelacakan di Bitcoin serta stablecoin berbasis US dollar.
Hal ini sejalan dengan laporan terbaru BeInCrypto, yang menyoroti peningkatan penggunaan XMR untuk kegiatan ilegal.
Melebihi perilaku pasar, TRM Labs melakukan riset empiris pada jaringan peer-to-peer (P2P) Monero. Analisis mereka menemukan 14–15% peer Monero yang dapat dijangkau memperlihatkan perilaku tidak standar, termasuk:
Walaupun anomali-anomali ini tidak menandakan kegagalan protokol atau aktivitas jahat, hal tersebut menyoroti bagaimana dinamika di layer jaringan bisa secara halus memengaruhi model anonimitas secara teori, meski kriptografi on-chain Monero tetap kuat.
Monero menempati posisi unik dalam ekosistem aset kripto. Sementara jaringan transparan dan stablecoin kini semakin mudah dilacak dan diatur, Monero tetap menawarkan fungsi perlindungan privasi yang menarik bagi pengguna yang beroperasi di lingkungan berisiko tinggi atau peduli privasi.
Temuan TRM Labs menyoroti kekuatan sekaligus nuansa desain privasi Monero. Penemuan tersebut menunjukkan bahwa pola penggunaan dunia nyata dan perilaku jaringan bisa memengaruhi efektivitas proteksi anonimitas secara praktis.

