Harga Solana naik sekitar 5,5% selama tujuh hari terakhir dan tetap bertahan di kisaran US$85. Kenaikan ini terjadi setelah penurunan tajam di awal bulan ini.
Tapi di balik pemulihan ini, sedang terjadi perubahan besar pada pasokan. Hampir US$870 juta SOL diam-diam keluar dari liquid staking. Pada saat yang sama, harga Solana masih bergerak dalam pola kelanjutan bearish. Banyaknya sinyal ini menunjukkan bahwa beberapa hari ke depan bisa jadi momen penting untuk pergerakan besar selanjutnya Solana.
Perubahan struktur paling besar berasal dari aktivitas liquid staking. Liquid staking memungkinkan investor mengunci SOL sambil tetap menerima token yang bisa diperdagangkan sebagai representasi deposit mereka. Cara ini membuat SOL aslinya tetap terkunci dan tidak bisa dijual, sedangkan token liquid staking bisa diperdagangkan secara terpisah.
Sejak Juni 2025, total SOL yang terkunci di protokol liquid staking turun dari 45,66 juta SOL ke 35,48 juta SOL. Artinya, sebanyak 10,18 juta SOL sudah keluar dari liquid staking, yaitu lebih dari 22%. Dengan harga Solana saat ini, nilainya sekitar US$870 juta SOL kembali cair.
Mau insight token setiap hari seperti ini? Daftar Newsletter Harian Kripto dari Editor Harsh Notariya di sini.
Hal ini tidak berarti langsung ada aksi jual besar, namun menambah jumlah SOL yang kini bisa dijual. Singkatnya, pasokan yang tadinya terkunci kini menjadi cair. Ini bisa menambah tekanan jual, jika kondisi pasar melemah.
Tren staking validator juga mengonfirmasi arah yang sama. Jumlah SOL yang di-staking langsung ke validator juga turun dari 423,43 juta SOL ke 419,07 juta SOL dalam beberapa minggu terakhir. Ini membuktikan perubahan yang terjadi bukan hanya rotasi internal antar jenis staking, melainkan sebagian SOL benar-benar keluar dari lingkungan terkunci sehingga menambah risiko pasokan cair.
Perubahan pasokan ini terjadi saat harga Solana sudah rapuh. Setelah turun lebih dari 50%, Solana memang sempat naik lagi. Tapi pemulihannya langsung tertahan dan sekarang harga Solana bergerak di batas bawah pola bear flag.
Jika harga menembus batas bawahnya, bisa terjadi crash harga SOL. Apakah hal ini akan terjadi atau tidak sangat tergantung pada perilaku investor.
Data on-chain sekarang menunjukkan keyakinan investor kuat mulai melemah dan pengaruh trader jangka pendek semakin besar. Salah satu indikator penting adalah HODL Waves. Metrik ini memantau berapa lama koin diam di wallet sebelum dipindahkan dan memisahkan pasokan menjadi kelompok holder jangka pendek dan jangka panjang.
Holder Solana jangka pendek biasanya hanya memegang koin antara satu hari hingga satu minggu. Investor seperti ini lebih mungkin menjual saat volatilitas harga terjadi dibanding mempertahankan aset untuk waktu lama.
Sejak 16 Februari, pasokan yang dipegang holder jangka pendek meningkat tajam dari 4,58% menjadi 5,85%. Kenaikan mendadak ini artinya makin banyak pasokan kini dikuasai trader yang biasanya cepat melakukan aksi jual. Ini meningkatkan risiko tekanan jual tiba-tiba jika harga mulai melemah.
Pada saat yang sama, keyakinan holder jangka panjang justru melemah. Hal ini bisa dilihat lewat metrik Hodler Net Position Change. Indikator ini mengukur apakah holder jangka panjang sedang menambah kepemilikan atau justru mengurangi asetnya dari waktu ke waktu.
Pada 3 Februari, holder jangka panjang menambah 2.877.297 SOL (dalam basis arus bersih 30 hari). Angka itu kini turun menjadi 1.013.353 SOL. Penurunan ini hampir 65%.
Turun tajamnya penambahan ini mengisyaratkan investor jangka panjang benar-benar melambatkan akumulasi mereka. Biasanya, holder jangka panjang menjaga stabilitas harga saat koreksi karena mereka tahan banting menghadapi volatilitas. Kalau akumulasi mereka melemah, harga jadi makin rentan turun lebih dalam.
Hal ini menciptakan kombinasi berbahaya di mana pasokan likuid semakin naik, trader jangka pendek memegang lebih banyak aset, dan dukungan jangka panjang makin melemah. Bersama-sama, kondisi ini meningkatkan risiko penurunan harga.
Harga Solana saat ini berada di level teknikal yang krusial dan bisa menjadi penentu tren berikutnya. Jika SOL turun di bawah support US$82, breakout bear flag bisa dimulai. Level support berikutnya kemungkinan muncul di sekitar US$67 lalu di sekitar US$50 seiring tekanan jual yang makin meningkat.
Jika pola bearish ini benar-benar terbentuk, harga Solana bisa turun ke US$41. Ini berarti penurunan sekitar 50% dari level saat ini dan benar-benar mengonfirmasi struktur kelanjutan bearish.
Meski begitu, pemulihan masih mungkin terjadi jika pembeli masuk dengan kuat. Jika harga Solana naik di atas US$91, tekanan bearish langsung bakal melemah dan menjadi sinyal permintaan lebih kuat yang kembali muncul.
Pemulihan yang lebih besar di atas US$125 akan membatalkan pola bearish ini. Tapi, pergerakan ini butuh akumulasi besar dan konsisten.

