Ekspor non-minyak Oman ke UEA pada tahun 2025 meningkat 25 persen secara tahunan menjadi OMR1,3 miliar ($3,4 miliar), demikian dilaporkan Oman News Agency milik negara, mengutip National Centre for Statistics and Information.
UEA juga menyumbang 35 persen dari total perdagangan ekspor ulang senilai OMR724 juta, naik 27 persen secara tahunan. Impor dari UEA meningkat 5,4 persen per tahun menjadi OMR4,1 miliar.
Ekspor Oman ke Arab Saudi melonjak 30 persen per tahun menjadi OMR1,1 miliar, sementara ekspor ke India meningkat 6 persen secara tahunan menjadi OMR700 juta.
Oman dan India menandatangani Cepa yang tertunda lama pada bulan Desember untuk meningkatkan perdagangan antara kedua negara.
Sebaliknya, ekspor non-minyak ke Korea Selatan dan AS menurun masing-masing sebesar 26 persen dan 13 persen.
Presiden AS Donald Trump memberlakukan tarif 10 persen pada blok GCC yang terdiri dari enam negara yaitu Oman, UEA, Arab Saudi, Kuwait, Bahrain dan Qatar pada bulan April 2025.
Secara keseluruhan, ekspor non-minyak Oman tumbuh 8 persen menjadi OMR6,7 miliar pada tahun 2025, dibandingkan dengan OMR6,2 miliar pada tahun 2024.
Meskipun ada pertumbuhan dalam ekspor non-minyak, total perdagangan luar negeri turun 3 persen menjadi OMR40,4 miliar tahun lalu dari OMR41,7 miliar pada tahun 2024, karena pendapatan minyak yang lebih rendah.
Pendapatan ekspor minyak menurun 15 persen secara tahunan menjadi OMR14,5 miliar, karena harga rata-rata minyak mentah Oman turun menjadi $71 per barel dari $80,8 per barel setahun sebelumnya, demikian laporan tersebut.

