CIO Forward Industries mengungkapkan bahwa perusahaan ingin menjadi “Berkshire Hathaway di ekosistem Solana,” meski treasury perusahaan mendekati kerugian belum terealisasi sebesar US$1 miliar.
Pernyataan ini muncul saat harga SOL turun hampir 30% sejak awal tahun. Penurunan ini berdampak ke neraca keuangan sejumlah perusahaan treasury aset digital (DAT) yang banyak fokus pada Solana.
Forward Industries merupakan holder institusional terbesar Solana. Perusahaan ini mulai mengakumulasi SOL pada bulan September 2025, setelah menggalang sekitar US$1,65 miliar lewat private investment in public equity (PIPE), yang didukung oleh Galaxy Digital, Jump Crypto, dan Multicoin Capital.
Menurut data terbaru dari CoinGecko, Forward Industries memegang lebih dari 6,9 juta SOL. Perusahaan membeli aset tersebut dengan harga rata-rata sekitar US$230 per token, sehingga total biaya akuisisinya berada di kisaran US$1,59 miliar.
Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara langsung
Dengan harga altcoin yang mendekati US$87, kepemilikan perusahaan kini bernilai sekitar US$605,2 juta. Ini berarti ada kerugian belum terealisasi hampir US$1 miliar atau turun sekitar 62% dari rata-rata harga pembelian mereka.
Selain itu, harga saham FWDI telah anjlok dari lebih dari US$39 ke sekitar US$5 sejak Forward Industries mulai membeli SOL. Data dari Google Finance menunjukkan harga saham turun 31,47% hanya di tahun 2026 saja.
Meski mengalami penurunan, keyakinan perusahaan tetap kuat. Pihak manajemen tetap pada visi jangka panjang yang ambisius dan tidak terpengaruh oleh volatilitas jangka pendek.
Berdasarkan data treasury CoinGecko, Forward Industries bukan satu-satunya. Perusahaan seperti DeFi Development Corp, Upexi, dan Sharps Technology juga menanggung kerugian belum terealisasi signifikan karena harga Solana terus melemah.
Kerugian ini tidak hanya terjadi pada perusahaan yang berfokus pada Solana. Kepemilikan Ethereum (ETH) Bitmine juga menghasilkan kerugian belum terealisasi lebih dari US$7 miliar. Sementara itu, posisi Bitcoin (BTC) milik Strategy mencatat kerugian di atas kertas sekitar US$5 miliar, berdasarkan data dari Saylortracker .
Model DAT secara umum—di mana perusahaan publik memegang aset kripto sebagai instrumen utama di neraca mereka—menunjukkan kerentanannya karena penurunan pasar yang terjadi secara serempak membuat nilai aset tertekan, sementara investor ekuitas mulai menyesuaikan ulang risiko.
Meski harga SOL menurun, perkembangan ekosistem Solana tetap berjalan. Kemarin, tim mengumumkan Solana Payments, inisiatif baru untuk mempercepat adopsi pembayaran on-chain.
Jaringan Solana menyebut bahwa pemain besar termasuk Visa, PayPal, Stripe, Western Union, dan Fiserv sudah menjalankan produk nyata di jaringan, bukan sekadar uji coba. Jaringan ini juga mengklaim telah memproses lebih dari 480 miliar transaksi serta memfasilitasi sekitar US$2 triliun transfer stablecoin per kuartal.
Langganan channel YouTube kami untuk menonton wawancara dan ulasan ahli langsung dari para pemimpin industri dan jurnalis unggulan
Jadi, meski pengembangan ekosistem terus berjalan dan narasi institusional tetap ambisius, pelemahan harga yang berkepanjangan sedang menguji neraca keuangan serta kepercayaan investor. Taruhan Forward Industries terhadap nilai jangka panjang SOL mungkin saja benar, namun kapan waktunya terjadi dan seberapa sabar pasar untuk menunggunya masih menjadi pertanyaan.