Pound Sterling anjlok karena imbal hasil obligasi UK yang melonjak memicu kekhawatiran fiskal
Pound Sterling (GBP) menunjukkan kinerja di bawah mata uang utama lainnya dalam minggu dengan kalender ekonomi Inggris (UK) yang sepi. Mata uang Inggris telah jatuh karena imbal hasil obligasi jangka panjang UK yang melonjak telah memicu kekhawatiran fiskal. Imbal hasil obligasi UK 30 tahun melonjak mendekati 5,68%, level tertinggi sejak 1998.
Imbal hasil obligasi UK melonjak setelah Perdana Menteri Keir Starmer mengumumkan perombakan kabinet, yang disebutnya sebagai transisi "ke fase kedua" dari pemerintahannya, lapor BBC News. Baca selengkapnya...
Perkiraan GBP/USD: Pound Sterling merosot saat penjualan obligasi semakin meningkat
Setelah mencatat kenaikan moderat pada hari Senin, GBP/USD bergerak turun dan jatuh ke level terendahnya sejak awal Agustus di bawah 1,3380. Meskipun pasangan ini berhasil naik kembali mendekati 1,3400, namun sulit untuk mengumpulkan momentum pemulihan.
Tekanan jual yang luas terhadap Dolar AS (USD) karena meningkatnya kekhawatiran atas independensi Federal Reserve dan ketidakpastian yang meningkat seputar rezim perdagangan memungkinkan GBP/USD untuk bergerak naik pada hari Senin. Baca selengkapnya...
Sumber: https://www.fxstreet.com/news/pound-sterling-price-news-and-forecast-gbp-usd-soaring-uk-gilt-yields-raise-fiscal-concerns-202509021213



