Arab Saudi telah menutup sementara kilang minyak Ras Tanura setelah mengalami kerusakan akibat puing-puing dari dua drone yang dicegat mendarat di fasilitas tersebut pada hari Senin.
QatarEnergy juga menghentikan produksi di fasilitas-fasilitasnya di Ras Laffan dan Mesaieed Industrial City akibat serangan drone Iran.
Insiden di Ras Tanura di provinsi timur Arab Saudi mengakibatkan kebakaran terbatas, yang berhasil dipadamkan oleh tim tanggap darurat, kata Saudi Press Agency (SPA) milik negara, mengutip pejabat kementerian energi. Tidak ada korban jiwa, demikian pernyataan tersebut.
"Beberapa unit operasional ditutup sebagai tindakan pencegahan, tanpa dampak apa pun terhadap pasokan produk minyak bumi ke pasar lokal," kata pejabat tersebut.
Ras Tanura, salah satu dari sembilan kilang di kerajaan tersebut, merupakan bagian dari kompleks energi yang dimiliki oleh Saudi Aramco di provinsi timur. Kilang ini memiliki kapasitas 550.000 barel per hari.
Pada hari Minggu, dua drone yang diduga berasal dari Iran menyerang pelabuhan komersial Duqm Oman, melukai seorang pekerja ekspatriat, lapor kantor berita Wam UEA.
Dalam pernyataan bersama, Arab Saudi, Bahrain, Yordania, Kuwait, Qatar, UEA dan AS mengutuk apa yang mereka gambarkan sebagai penggunaan rudal dan drone secara sembarangan oleh Iran terhadap negara-negara regional.
Ledakan terdengar pada hari Sabtu di Pulau Kharg Iran, yang memproses 90 persen ekspor minyak mentah Iran, lapor Reuters.
Saham Aramco ditutup 1,5 persen lebih tinggi pada SAR26,18 pada hari Selasa. Saham tersebut naik hampir 10 persen sejauh tahun ini.
