Harga Solana (SOL) menghadapi tekanan jual yang semakin kuat setelah arus masuk ke bursa meningkat dalam beberapa pekan terakhir. Jika level support penting di US$77 ditembus, analis memperingatkan bahwa harga SOL berpotensi turun hingga 38%.
Saat ini, Solana diperdagangkan di sekitar US$83 dan masih bergerak dalam rentang konsolidasi antara US$77 hingga US$87 selama beberapa minggu terakhir. Namun indikator teknikal dan data on-chain menunjukkan risiko penurunan yang semakin besar.
Dilaporkan BeInCrypto, salah satu sinyal yang memicu kekhawatiran berasal dari indikator LTH vs STH Net Unrealized Profit/Loss (NUPL). Data menunjukkan keuntungan yang belum direalisasikan milik holder jangka pendek (short-term holders/STH) terus meningkat sejak Februari.
Kelompok investor ini dikenal cenderung menjual lebih cepat ketika berada dalam posisi profit. Kenaikan profit STH dapat memicu tekanan jual tambahan di pasar.
Sebaliknya, pemegang jangka panjang (long-term holders/LTH) belum menunjukkan peningkatan profit yang signifikan. Kondisi ini berarti dukungan stabilisasi dari investor jangka panjang relatif terbatas.
Jika LTH ikut melakukan aksi jual, tekanan terhadap harga Solana dapat meningkat lebih tajam.
Baca juga: Solana Siap Rebound 5%? Level US$87 Jadi Penentu Reli Lebih Besar
Indikator Exchange Net Position Change juga menunjukkan tren kenaikan arus masuk SOL ke bursa selama empat minggu terakhir. Peningkatan inflow ke bursa sering dianggap sebagai sinyal bahwa investor mempersiapkan penjualan.
Kombinasi meningkatnya profit holder jangka pendek dan arus masuk ke bursa memperkuat sentimen bearish terhadap Solana dalam jangka pendek.
Jika tren ini berlanjut, tekanan jual dapat semakin memperbesar kemungkinan penurunan harga.
Menurut Tim Research Tokocrypto, Jika outflow bursa tidak berubah, potensi likuidasi jangka pendek meningkat. Level $77 harus defended agar tidak terjadi cascade selling.
Secara teknikal, grafik Solana menunjukkan pola bearish flag, pola lanjutan yang sering mengindikasikan penurunan lanjutan setelah fase konsolidasi.
Jika harga turun di bawah support US$77, pola ini dapat mengarah pada penurunan sekitar 38%, dengan target harga di area US$51. Sebelum mencapai level tersebut, SOL kemungkinan akan menguji support di US$64 dan US$57.
Penurunan lebih lanjut bahkan dapat membawa harga menuju US$45 jika tekanan jual semakin kuat.
Namun skenario bearish ini dapat dibatalkan jika sentimen pasar berubah. Jika SOL berhasil menembus resistance di US$88 dan US$96, harga berpotensi kembali naik menuju US$100 dan mencetak level tertinggi bulanan.
Untuk saat ini, level US$77 menjadi batas krusial yang akan menentukan apakah Solana mampu mempertahankan konsolidasi atau memasuki fase penurunan yang lebih dalam.
Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
The post Tekanan Jual Solana Meningkat, Level US$77 Jadi Penentu Nasib Harga appeared first on Tokocrypto News.
