Orang dalam mengungkapkan kepada Middle East Eye pada hari Rabu bahwa dua anggota kabinet tinggi administrasi Trump "saling berseteru" terkait kampanye pengeboman terbaru di Iran.
Menurut laporan tersebut, Menteri Luar Negeri Marco Rubio dan Menteri Pertahanan Pete Hegseth digambarkan "saling berseteru" mengenai apakah akan mengirim pasukan AS ke Iran. Laporan ini diterbitkan pada saat Gedung Putih menyatakan bahwa menempatkan pasukan di darat Iran "bukan bagian dari rencana" untuk saat ini, meskipun telah memberi sinyal bahwa pihaknya berencana untuk tetap dalam pertempuran hingga AS mencapai tujuannya.
"Hegseth mendukung posisi tersebut, sementara Rubio sangat waspada untuk menjerat AS dalam perang panjang, kata sumber kepada MEE," menurut laporan tersebut.
"Seorang pejabat Teluk mengatakan kepada MEE bahwa pejabat AS telah membahas pengiriman tim operasi khusus ke Iran untuk menargetkan pejabat senior Korps Garda Revolusi Iran (IRGC) dan orang-orang yang familiar dengan program nuklir Iran," tambahnya.
Awal hari Sabtu, pasukan AS dan Israel mengoordinasikan serangan ke lebih dari 100 lokasi di seluruh Iran, sebuah operasi yang menewaskan beberapa pemimpin militer dan politik tertinggi negara tersebut. Enam anggota militer AS telah tewas akibat serangan balasan di kawasan tersebut setelah operasi tersebut, menurut laporan.
Baca seluruh laporan dengan mengklik di sini.


