Perkembangan teknologi blockchain terus melahirkan inovasi baru untuk menjawab berbagai tantangan di ekosistem kripto, seperti Zama. Salah satu isu yang semakinPerkembangan teknologi blockchain terus melahirkan inovasi baru untuk menjawab berbagai tantangan di ekosistem kripto, seperti Zama. Salah satu isu yang semakin

Teknologi Baru di Dunia Kripto? Zama Bikin Smart Contract Jadi Privat

2026/03/05 16:22
durasi baca 5 menit
Untuk memberikan masukan atau menyampaikan kekhawatiran terkait konten ini, silakan hubungi kami di [email protected]

Perkembangan teknologi blockchain terus melahirkan inovasi baru untuk menjawab berbagai tantangan di ekosistem kripto, seperti Zama. Salah satu isu yang semakin banyak dibahas adalah tingkat transparansi blockchain yang terlalu tinggi, di mana transaksi dan data smart contract dapat dilihat secara publik. Kondisi ini memicu sejumlah risiko seperti Maximal Extractable Value (MEV) dan dinilai kurang ideal bagi institusi yang membutuhkan kerahasiaan data.

Tim Research Tokocrypto menilai kebutuhan terhadap infrastruktur smart contract yang lebih privat mulai menjadi perhatian di industri. Salah satu proyek yang mencoba menjawab tantangan tersebut adalah Zama, sebuah protokol yang mengembangkan teknologi smart contract berbasis Fully Homomorphic Encryption (FHE).

“Blockchain pada dasarnya dirancang transparan, namun transparansi yang terlalu tinggi juga menimbulkan tantangan baru, terutama bagi use case yang membutuhkan kerahasiaan data. Di sinilah teknologi seperti FHE mulai menarik perhatian sebagai solusi potensial,” tulis Tim Research Tokocrypto dalam analisisnya.

Apa itu Zama?

Zama merupakan protokol infrastruktur yang berfokus pada pengembangan confidential smart contract berbasis Fully Homomorphic Encryption (FHE). Teknologi ini memungkinkan komputasi dilakukan pada data yang tetap dalam keadaan terenkripsi di blockchain, tanpa perlu membuka atau mendekripsi data tersebut selama proses berlangsung.

Melalui pendekatan ini, Zama memosisikan diri sebagai infrastruktur komputasi privat yang dapat diintegrasikan ke berbagai jaringan blockchain Layer 1 maupun Layer 2. Fokus utamanya adalah mendukung berbagai aplikasi DeFi yang membutuhkan tingkat privasi lebih tinggi.

“Konsep confidential smart contract yang dibawa Zama berupaya menjaga data tetap terenkripsi selama proses komputasi berlangsung, sehingga privasi pengguna dapat terjaga tanpa harus mengorbankan transparansi sistem blockchain secara keseluruhan,” jelas Tim Research Tokocrypto.

Teknologi inti: Fully Homomorphic Encryption (FHE)

Teknologi utama yang digunakan Zama adalah Fully Homomorphic Encryption (FHE), sebuah metode kriptografi yang memungkinkan komputasi dilakukan langsung pada data terenkripsi. Dengan pendekatan ini, hasil komputasi tetap valid meskipun data tidak pernah didekripsi selama proses berlangsung.

Dalam implementasinya, Zama memanfaatkan komponen seperti fhEVM dan coprocessor untuk memproses komputasi terenkripsi di luar chain. Sistem tersebut kemudian tetap terhubung dengan jaringan blockchain melalui relayer dan gateway, sementara Key Management System (KMS) berperan mengelola kunci enkripsi untuk menjaga keamanan sistem.

Pendekatan ini memungkinkan berbagai aplikasi berbasis blockchain tetap berjalan dengan tingkat privasi yang lebih tinggi tanpa harus mengubah arsitektur dasar jaringan Layer 1 atau Layer 2.

Potensi use case di ekosistem kripto

Jika teknologi ini dapat diimplementasikan secara luas, sejumlah use case baru berpotensi muncul di ekosistem blockchain. Salah satunya adalah Confidential DeFi, di mana aktivitas seperti swap, lending, hingga strategi yield farming dapat dilakukan tanpa membuka data transaksi atau strategi pengguna secara publik.

Selain itu, teknologi ini juga dapat digunakan untuk layanan keuangan berbasis blockchain seperti private payments atau transfer stablecoin secara privat. Use case lainnya termasuk voting DAO secara rahasia, distribusi token seperti vesting dan airdrop, hingga mekanisme lelang privat (sealed-bid auction) pada tokenisasi aset dunia nyata atau real world assets (RWA).

Namun demikian, Tim Research Tokocrypto menilai bahwa keberhasilan teknologi ini masih bergantung pada beberapa faktor penting.

“Zama memiliki potensi menjadi infrastruktur komputasi privat bagi ekosistem DeFi dan institusi. Namun keberhasilannya akan sangat bergantung pada skalabilitas teknologi serta seberapa cepat developer dan ekosistem blockchain mengadopsinya,” tulis tim riset Tokocrypto.

Baca juga: Sentient Bisa Jadi Game Changer AI Crypto? Ini Bedah Lengkapnya!

Model token dan dukungan pendanaan

Dari sisi tokenomics, proyek ini menggunakan token $ZAMA dengan beberapa fungsi utama, seperti membayar biaya protokol, staking bagi operator jaringan, serta governance. Distribusi tokennya mencakup 30 persen untuk komunitas dan ekosistem, 25 persen untuk investor dengan skema vesting dua hingga tiga tahun, 20 persen untuk tim dengan vesting empat tahun, 10 persen untuk treasury, dan 15 persen untuk auction serta advisor.

Model ekonominya menggunakan mekanisme burn-and-mint, di mana sebagian token dibakar sebagai biaya aktivitas jaringan, sementara token baru dicetak sebagai insentif bagi operator dan partisipan ekosistem.

Proyek ini juga didukung oleh tim riset kriptografi yang cukup kuat. Zama didirikan oleh Dr. Pascal Paillier, pencipta Paillier Cryptosystem, bersama Dr. Rand Hindi yang memiliki latar belakang di bidang kecerdasan buatan dan keuangan. Saat ini tim Zama terdiri dari hampir 100 anggota dari berbagai negara, dengan puluhan peneliti bergelar PhD.

Selain itu, proyek ini telah mengumpulkan pendanaan sekitar US$130 juta dari beberapa putaran investasi, yang menunjukkan minat investor terhadap potensi teknologi FHE dalam pengembangan blockchain.

Solusi baru atau sekadar narasi?

Meski membawa pendekatan baru dalam sektor privasi blockchain, Tim Research Tokocrypto menilai perjalanan Zama masih berada pada tahap awal dan menghadapi persaingan yang ketat dari berbagai teknologi privasi lain seperti Zero-Knowledge Proof (ZK), Multi-Party Computation (MPC), maupun Trusted Execution Environment (TEE).

Adopsi teknologi, aktivitas jaringan, serta integrasi dengan blockchain besar akan menjadi faktor penting yang dapat mendorong pertumbuhan proyek ini. Di sisi lain, risiko seperti lambatnya adopsi teknologi, tekanan dari distribusi token, serta munculnya solusi privasi lain yang lebih cepat berkembang juga perlu diperhatikan oleh pelaku pasar.

“Zama menawarkan pendekatan baru melalui teknologi FHE untuk menghadirkan smart contract privat tanpa mengorbankan keamanan dan desentralisasi. Namun seperti banyak inovasi blockchain lainnya, potensi jangka panjangnya akan sangat bergantung pada perkembangan ekosistem dan tingkat adopsi teknologi di masa depan,” tutup Tim Research Tokocrypto.

Baca juga: Linea: Kuda Hitam Layer-2 Ethereum Siap Geser Arbitrum dan zkSync!


Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran

DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli

Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.

The post Teknologi Baru di Dunia Kripto? Zama Bikin Smart Contract Jadi Privat appeared first on Tokocrypto News.

Peluang Pasar
Logo Zama Protocol
Harga Zama Protocol(ZAMA)
$0.019
$0.019$0.019
-4.18%
USD
Grafik Harga Live Zama Protocol (ZAMA)
Penafian: Artikel yang diterbitkan ulang di situs web ini bersumber dari platform publik dan disediakan hanya sebagai informasi. Artikel tersebut belum tentu mencerminkan pandangan MEXC. Seluruh hak cipta tetap dimiliki oleh penulis aslinya. Jika Anda meyakini bahwa ada konten yang melanggar hak pihak ketiga, silakan hubungi [email protected] agar konten tersebut dihapus. MEXC tidak menjamin keakuratan, kelengkapan, atau keaktualan konten dan tidak bertanggung jawab atas tindakan apa pun yang dilakukan berdasarkan informasi yang diberikan. Konten tersebut bukan merupakan saran keuangan, hukum, atau profesional lainnya, juga tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi atau dukungan oleh MEXC.