Peso Filipina dapat melemah lebih lanjut minggu ini karena eskalasi perang di Timur Tengah meningkatkan permintaan terhadap aset safe-haven seperti dolar.
Mata uang lokal ditutup pada P59 per dolar pada hari Jumat, melemah 37 sentavo dari penutupan P58,63 sehari sebelumnya, menurut data dari Bankers Association of the Philippines. Ini merupakan penutupan terlemah peso dalam lebih dari sebulan.
Secara mingguan, mata uang ini turun tajam dari P57,665 pada 20 Februari.
Seorang trader mengatakan penurunan peso mencerminkan permintaan yang terus-menerus terhadap dolar di tengah ketidakpastian geopolitik dan kenaikan harga minyak.
"Kurs dolar-peso melanjutkan tren naik yang kuat dan ditutup pada level tertinggi intraday di tengah permintaan yang terus-menerus terhadap aset safe-haven karena eskalasi ketegangan Timur Tengah dan lonjakan harga minyak," kata seorang trader melalui telepon pada hari Jumat.
Kekhawatiran tentang harga energi yang lebih tinggi juga dapat memperumit prospek kebijakan moneter untuk Bangko Sentral ng Pilipinas (BSP).
Gubernur BSP Eli M. Remolona, Jr. mengatakan bank sentral dapat mempertimbangkan untuk menaikkan suku bunga jika harga minyak global naik di atas $100 per barel dan mendorong inflasi melampaui target BSP sebesar 2% hingga 4%.
"Ketika harga minyak mulai berdampak pada harga banyak komoditas, itu cenderung menjadi sesuatu yang harus kami khawatirkan terkait inflasi," katanya kepada Bloomberg TV pada hari Jumat.
Bank sentral bulan lalu memangkas suku bunga acuannya sebesar 25 basis poin menjadi 4,25%, terendah dalam lebih dari tiga tahun. Langkah ini memperpanjang siklus pelonggaran yang dimulai pada Agustus 2024.
Bapak Remolona juga mengatakan BSP melakukan intervensi di pasar valuta asing hanya untuk membatasi volatilitas berlebihan pada peso.
Trader tersebut memperkirakan peso akan tetap berada di bawah tekanan minggu ini karena pasar memantau perkembangan di Timur Tengah dan pergerakan harga minyak global.
Trader tersebut memperkirakan peso akan bergerak pada P58,80 hingga P59,20 per dolar, sementara Kepala Ekonom Rizal Commercial Banking Corp. Michael L. Ricafort melihat kisaran yang sedikit lebih lebar yaitu P58,75 hingga P59,25. — Aaron Michael C. Sy


