Cryptoharian – Seorang wanita di Inggris diduga mencuri sekitar 2.323 Bitcoin (BTC) milik suaminya, dengan nilai mencapai sekitar US$ 172 juta atau setara Rp2,7Cryptoharian – Seorang wanita di Inggris diduga mencuri sekitar 2.323 Bitcoin (BTC) milik suaminya, dengan nilai mencapai sekitar US$ 172 juta atau setara Rp2,7

Drama Rumah Tangga Satu Ini Berujung Dugaan Pencurian Bitcoin

2026/03/17 15:01
durasi baca 2 menit
Untuk memberikan masukan atau menyampaikan kekhawatiran terkait konten ini, silakan hubungi kami di [email protected]

Cryptoharian – Seorang wanita di Inggris diduga mencuri sekitar 2.323 Bitcoin (BTC) milik suaminya, dengan nilai mencapai sekitar US$ 172 juta atau setara Rp2,7 triliun. Dugaan tersebut terungkap dalam dokumen pengadilan yang diajukan di High Court of Justice Inggris.

Korban, Ping Fai Yuen, diketahui menyimpan Bitcoin tersebut secara aman di hardware wallet Trezor pada tahun 2023. Namun pada 2 Agustus 2023, tanpa sepengetahuannya, seluruh aset tersebut dipindahkan dari dompetnya.

Setelah dipindahkan, Bitcoin tersebut kemudian didistribusikan ke 71 alamat berbeda, dan tidak ada aktivitas lanjutan sejak 21 Desember 2023.

Diduga Dicuri Lewat Seed Phrase

Kasus ini bermula ketika anak perempuan Ping memperingatkan bahwa istrinya, Fun Yung Li, diduga mencoba mengambil aset Bitcoin miliknya.

Sebagai respon, Ping memasang perangkat perekam audio di rumahnya. Dari rekaman tersebut, muncul dugaan bahwa Fun, kemungkinan bersama saudara perempuannya Lai Yung Li, berusaha mendapatkan akses ke Bitcoin tersebut dengan cara merekam dan mengawasi Ping secara diam-diam.

Dokumen pengadilan menyebut bahwa Fun diduga mengetahui lokasi penyimpan password atau seed phrase dompet kripto milik suaminya.

Dalam salah satu rekaman, bahkan terdengar pernyataan seperti Bitcoin sudah ditransfer ke saya dan ambil semuanya, yang semakin memperkuat dugaan keterlibatannya.

Konflik Berujung Kasus Hukum

Setelah mengetahui Bitcoin miliknya hilang, Ping mengkonfrontasi istrinya dan melakukan tindakan kekerasan, yang berujung pada penangkapan dirinya.

Ia kemudian mengaku bersalah atas beberapa tuduhan, termasuk penyerangan yang menyebabkan luka fisik.

Baca Juga: Bitcoin Kembali Disebut Mati, Sejarah Justru Berkata Sebaliknya

Di sisi lain, Ping juga melaporkan dugaan pencurian Bitcoin tersebut ke pihak kepolisian. Polisi sempat menangkap Fun pada tahun 2023 dan menyita 10 cold wallet kripto, beberapa di antaranya terkait dengan Ping.

Namun, Fun kemudian dibebaskan setelah memberikan pernyataan tanpa komentar dan mendapatkan jaminan. Hingga saat ini, polisi menyatakan tidak akan melanjutkan penyelidikan tanpa bukti baru

Gugatan dan Peluang Menang

Pada November 2025, Ping mengajukan permohonan hukum berupa pembekuan aset kripto. Ia meminta pengadilan untuk:

  • Menetapkan kepemilikan Bitcoin tersebut
  • Membekukan aset kripto milik istrinya
  • Mengembalikan Bitcoin atau nilai setara dalam pound sterling

Dalam sidang pada 2 Maret lalu, hakim Justice Cotter menyatakan bahwa Ping memiliki peluang sangat tinggi untuk memenangkan kasus ini. Hakim menilai bukti yang diajukan, termasuk rekaman audio dan temuan perangkat yang digunakan untuk mengakses Bitcoin, sangat kuat.

Ia juga menyinggung prinsip Occam’s razor, yang menyatakan bahwa penjelasan paling sederhana biasanya adalah yang paling benar.

Selain itu, hakim mencatat bahwa pihak tergugat memiliki kesempatan untuk memberikan versinya, namun memilih untuk tidak melakukannya.

Peluang Pasar
Logo INI
Harga INI(INI)
$0.10945
$0.10945$0.10945
-0.52%
USD
Grafik Harga Live INI (INI)
Penafian: Artikel yang diterbitkan ulang di situs web ini bersumber dari platform publik dan disediakan hanya sebagai informasi. Artikel tersebut belum tentu mencerminkan pandangan MEXC. Seluruh hak cipta tetap dimiliki oleh penulis aslinya. Jika Anda meyakini bahwa ada konten yang melanggar hak pihak ketiga, silakan hubungi [email protected] agar konten tersebut dihapus. MEXC tidak menjamin keakuratan, kelengkapan, atau keaktualan konten dan tidak bertanggung jawab atas tindakan apa pun yang dilakukan berdasarkan informasi yang diberikan. Konten tersebut bukan merupakan saran keuangan, hukum, atau profesional lainnya, juga tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi atau dukungan oleh MEXC.