Cryptoharian – Bitcoin (BTC) kembali menyajikan chart yang membuat para investor full senyum. Namun, seorang analis dari platform X bernama Sherlock memilih untuk mengimbau para followersnya agar tidak terjebak dalam pergerakan harga BTC saat ini.
Berdasarkan hasil analisanya, ia mendapatkan kesimpulan bahwa struktur pasar yang terbentuk menunjukkan kemiripan dengan kondisi sebelumnya yang berujung pada penurunan tajam.
“Pergerakan harga terbaru sempat menyentuh area US$ 76.000, namun kembali berada di sekitar resisten US$ 74.500,” ungkap Sherlock.
Sherloc menjelaskan, kondisi ini berpotensi menjadi ‘deviation’, yakni pergerakan harga yang menembus level penting secara sementara, namun gagal bertahan dan akhirnya berbalik arah.
Pola Lama Kembali Terulang?
Dia membandingkan situasi saat ini dengan peristiwa pada Januari lalu, ketika Bitcoin sempat menembus level US$ 94.500.
Pada saat itu, banyak pelaku pasar masuk ke posisi long karena menganggap terjadi breakout. Namun, harga justru berbalik arah dan mengalami penurunan sekitar 38 persen dalam lima minggu, hingga mendekati US$ 60.000.
Baca Juga: Aksi Beli Tren Bullish, Harga Uang Kripto XRP Melonjak 10%
Ia melihat pola yang mirip mulai terbentuk kembali, kali ini di area US$ 74.500, yang menjadi level resistensi penting saat ini.
“Jika candle mingguan gagal ditutup di atas US$ 74.500, maka ini bukan breakout, melainkan deviation,” ujarnya.
Faktor FOMC
Selain faktor teknikal, Sherlock juga menyoroti peran kebijakan makro, khususnya pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) yang kembali dijadwalkan minggu ini.
“Pada kejadian sebelumnya, keputusan FOMC untuk menahan suku bunga menjadi salah satu pemicu utama perubahan arah pasar,” kata Sherlock.
Saat ini, konsensus pasar juga memperkirakan bahwa The Fed akan kembali menahan suku bunga. Menurutnya, keputusan tersebut tidak selalu menjadi katalis bullish bagi Bitcoin, bahkan bisa memicu tekanan jika ekspektasi pasar tidak terpenuhi.
Dengan kombinasi faktor teknikal dan makro, Sherlock menyimpulkan bahwa kondisi saat ini beresiko menjadi jebakan bagi trader yang terlalu cepat mengambil posisi long.
“Kalau saya pribadi tidak akan membuka posisi long di area saat ini. Saya akan menunggu konfirmasi yang lebih jelas dari pergerakan harga,” pungkas Sherlock.


