Startale Group mengumumkan pada 26 Maret 2026, penutupan kedua putaran Seri A-nya, mengamankan $50 juta dari SBI Group, Inc. untuk total $63 juta. Ini mengikuti investasi awal $13 juta dari Sony Innovation Fund pada Januari 2026 untuk memperkuat infrastruktur onchain untuk keuangan dan hiburan.
Pendanaan tersebut mempercepat pengembangan Strium, blockchain untuk sekuritas yang ditokenisasi, dan stablecoin JPYSC yang dikembangkan bersama melalui usaha patungan 2025. Startale Group bertujuan melayani lebih dari 80 juta pelanggan dalam ekosistem SBI sambil memperluas Superapp-nya untuk akses konsumen yang mulus ke aset digital.
Ke depan, perusahaan berencana untuk meningkatkan kerangka penyelesaian untuk pasar modal Asia dan mengintegrasikan solusi fiat-ke-kripto untuk distribusi hasil institusional. Inisiatif ini berfokus pada integrasi vertikal di seluruh jaringan Ethereum Layer 2 dan adopsi aset dunia nyata.
"Melalui kolaborasi mendalam dengan SBI, kami akan mempercepat adopsi saham yang ditokenisasi, berpusat pada ekuitas Jepang dan stablecoin JPY, tahun ini," kata Sota Watanabe, CEO Startale Group.
🧭 FAQ
• Berapa total pendanaan Seri A untuk Startale Group? Perusahaan menyelesaikan putaran $63 juta dengan investasi dari SBI dan Sony.
• Lembaga keuangan Jepang mana yang memimpin penutupan Seri A kedua? SBI Group menyediakan $50 juta untuk menambatkan tahap akhir pendanaan ini.
• Produk keuangan lokal apa yang akan didukung investasi ini di Jepang? Modal tersebut mempercepat adopsi stablecoin JPY dan ekuitas Jepang yang ditokenisasi.
• Bagaimana yurisdiksi lokal akan mendapat manfaat dari infrastruktur blockchain ini? Startale Group sedang membangun lapisan penyelesaian untuk pasar modal onchain Asia.
Sumber: https://news.bitcoin.com/startale-group-completes-63-million-series-a-round-with-sbi-group-investment/




