Cryptoharian – Pergerakan Bitcoin (BTC) dalam siklus terbaru kembali memicu perdebatan, apakah pasar sudah mencapai titik terendah, atau masih ada ruang penurunCryptoharian – Pergerakan Bitcoin (BTC) dalam siklus terbaru kembali memicu perdebatan, apakah pasar sudah mencapai titik terendah, atau masih ada ruang penurun

Analis Klaim Penurunan Bitcoin Masih Terlalu Dangkal

2026/03/27 11:01
durasi baca 2 menit
Untuk memberikan masukan atau menyampaikan kekhawatiran terkait konten ini, silakan hubungi kami di [email protected]

Cryptoharian – Pergerakan Bitcoin (BTC) dalam siklus terbaru kembali memicu perdebatan, apakah pasar sudah mencapai titik terendah, atau masih ada ruang penurunan lebih lanjut.

Salah satu analis populer kripto, yakni Colin di media sosial X menyoroti bahwa sejauh ini penurunan Bitcoin dari puncak siklus masih tergolong ‘ringan’ jika dibandingkan dengan pola historis.

Hingga awal 2026, BTC tercatat turun sekitar 53 persen dari all time high (ATH), dengan titik terendah di kisaran US$ 60.000.

Jika melihat pola siklus sebelumnya, penurunan Bitcoin cenderung jauh lebih dalam.

“Pada 2011, harga jatuh hingga sekitar 93 persen. Siklus 2013-2015 mencatat penurunan sekitar 85 persen, diikuti 84 persen pada 2017-2018, dan 77 persen pada 2021 hingga 2022,” ungkap Colin.

Dari data tersebut, terlihat adanya tren penurunan yang semakin kecil di setiap siklus. Namun, penurunannya tetap berada dalam rentang yang relatif konsisten.

Dalam konteks ini, penurunan 53 persen saat ini masih berada jauh di bawah pola historis tersebut.

Apakah Siklus Kali Ini Berbeda?

Salah satu argumen yang muncul adalah bahwa bull market sebelumnya tidak terlalu kuat, sehingga bear market kali ini juga bisa lebih ‘dangkal’.

Namun menurut Colin, meskipun ada tren diminishing returns, perubahan dari siklus ke siklus biasanya tidak terlalu drastis.

Baca Juga: Whale Bitcoin Mulai Tertekan, Apa Dampaknya?

Sebagai gambaran, jika Bitcoin mengikuti pola yang lebih “normal”, penurunan sekitar 70 persen dari puncak US$ 126.000 akan membawa harga ke kisaran US$ 38.000.

Beberapa pelaku pasar berharap bahwa Bitcoin hanya akan turun hingga US$ 60.000, atau bahkan US$ 50.000.

“Tapi skenario itu justru berada di luar pola historis. Jika BTC benar-benar bottom di US$ 60.000, maka total penurunannya hanya sekitar 53 persen Ini berarti terjadi penurunan volatilitas yang terlalu besar dibanding siklus sebelumnya,” ujarnya.

Ia menambahkan, bahkan jika bottom berada di US$ 50.000, penurunannya sekitar 60 persen, yang masih tergolong jauh dari pola historis.

Antara Harapan dan Realita

Colin tidak menutup kemungkinan bahwa skenario penurunan yang lebih ringan bisa terjadi. Namun, dia menegaskan bahwa hal tersebut sebaiknya tidak dijadikan ekspektasi utama.

Dalam konteks analisis siklus, pendekatan yang lebih realistis adalah mengacu pada pola historis, bukan pada harapan pasar.

“Dengan kata lain jika penurunan Bitcoin ternyata lebih kecil dari biasanya, maka itu adalah bonus, bukan baseline,” pungkas Colin.

Peluang Pasar
Logo Bitcoin
Harga Bitcoin(BTC)
$68,749.62
$68,749.62$68,749.62
-0.48%
USD
Grafik Harga Live Bitcoin (BTC)
Penafian: Artikel yang diterbitkan ulang di situs web ini bersumber dari platform publik dan disediakan hanya sebagai informasi. Artikel tersebut belum tentu mencerminkan pandangan MEXC. Seluruh hak cipta tetap dimiliki oleh penulis aslinya. Jika Anda meyakini bahwa ada konten yang melanggar hak pihak ketiga, silakan hubungi [email protected] agar konten tersebut dihapus. MEXC tidak menjamin keakuratan, kelengkapan, atau keaktualan konten dan tidak bertanggung jawab atas tindakan apa pun yang dilakukan berdasarkan informasi yang diberikan. Konten tersebut bukan merupakan saran keuangan, hukum, atau profesional lainnya, juga tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi atau dukungan oleh MEXC.