Pasar kripto menunjukkan sinyal perubahan struktural setelah tekanan jual dari para miner Bitcoin mengalami penurunan signifikan. Data terbaru mengindikasikan bahwa fase kapitulasinya miner mulai mencapai titik akhir, di mana aksi jual paksa yang sebelumnya membanjiri pasar kini semakin berkurang.
Secara historis, kondisi ini sering kali menjadi penanda fase terbentuknya dasar harga (bottom), meski saat ini permintaan pasar masih terlihat lemah.
Dilaporkan Crypto Quant, penurunan tekanan jual ini mencerminkan berkurangnya suplai Bitcoin yang masuk ke pasar. Dalam siklus sebelumnya, kondisi seperti ini kerap terjadi menjelang fase pemulihan harga. Namun, berbeda dengan pola klasik, saat ini belum diikuti oleh peningkatan permintaan yang signifikan, sehingga pergerakan harga masih cenderung tertahan.
Menurut Tim Research Tokocrypto, setup ini bullish secara struktural karena sumber supply paksa dari miner makin habis, sementara industri mining justru terkonsolidasi ke pemain yang lebih tahan banting.
“Dalam jangka pendek ini memberi bantalan ke harga, dan dalam jangka menengah bisa menciptakan pasar Bitcoin yang lebih sehat karena tekanan jual alami dari penambang makin mengecil,” tuturnya.
Di sisi lain, hash rate Bitcoin justru terus meningkat, menandakan persaingan antar miner semakin ketat. Hal ini terjadi di tengah kondisi profitabilitas yang memburuk, di mana hash price mendekati titik terendah sepanjang sejarah. Biaya produksi Bitcoin kini diperkirakan berada di kisaran $80.000, membuat sebagian miner beroperasi dalam kondisi merugi.
Kondisi ini menunjukkan adanya tekanan besar di industri mining, terutama bagi pelaku dengan modal terbatas yang kesulitan bertahan.
Baca juga: Solo Miner Ini Berhasil Tambang 3 BTC Senilai Rp4,5M! Kok Bisa?!
Divergensi antara kenaikan hash rate dan penurunan profitabilitas mengindikasikan terjadinya konsolidasi di sektor mining. Miner dengan skala kecil mulai tersingkir, sementara perusahaan besar dengan modal kuat justru memperluas pangsa pasar mereka.
Selain itu, banyak perusahaan mining kini mulai mengalihkan fokus ke sektor lain seperti artificial intelligence (AI) dan high-performance computing (HPC) untuk menjaga keberlanjutan bisnis mereka, tidak lagi bergantung sepenuhnya pada hasil mining Bitcoin.
Secara keseluruhan, kondisi ini mengarah pada perubahan struktural dalam pasar Bitcoin. Dalam jangka pendek, berkurangnya tekanan jual memberikan ruang bagi stabilisasi harga. Sementara dalam jangka menengah hingga panjang, kombinasi antara berkurangnya suplai dan konsolidasi kekuatan mining berpotensi menciptakan fondasi bagi tren bullish yang lebih kuat.
Perkembangan ini menjadi sinyal penting bahwa dinamika pasar Bitcoin tidak hanya dipengaruhi oleh permintaan, tetapi juga oleh perubahan fundamental di sisi produksi dan distribusi aset tersebut.
Baca juga: Mengenal Mining Pool Kripto: Solusi Efektif untuk Miners Kecil
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
The post Miner Menyerah, Sinyal Bitcoin Bakal Bullish appeared first on Tokocrypto News.


