Pasar pariwisata Afrika tidak pulih dengan kecepatan yang sama, dan perbedaan itulah yang sering kali menjadi tempat munculnya peluang. Di antara negara-negara yang telah saya ikuti dengan cermat dalam beberapa tahun terakhir, Zimbabwe menonjol. Bukan karena negara ini paling banyak dibicarakan, tetapi karena fundamentalnya sedang dibangun dengan cara yang sering kali muncul sebelum minat investor yang signifikan.
Apa yang terjadi di Zimbabwe saat ini lebih dari sekadar pemulihan pasca-pandemi. Negara ini memposisikan dirinya sebagai destinasi pariwisata bernilai tinggi, di mana permintaan akan infrastruktur perhotelan berkualitas masih melebihi pasokan. Bagi investor yang fokus pada sektor perhotelan dan ekowisata Afrika, kesenjangan itulah yang menjadi cerita sebenarnya.
Sektor pariwisata Zimbabwe sangat terpukul selama pandemi. Namun, pemulihan sejak 2022 telah lebih kuat dan lebih berkelanjutan dari yang diperkirakan banyak orang. Kedatangan internasional mencapai sekitar 2,3 juta pada 2023, sementara penerimaan pariwisata diperkirakan sekitar USD 1,1 miliar untuk tahun yang sama.
Beberapa sinyal mendukung pemulihan tersebut. Tingkat hunian hotel di destinasi utama telah kembali ke kisaran 45% hingga 55% secara nasional, dengan kinerja yang lebih kuat di koridor pariwisata premium. Pada saat yang sama, pariwisata domestik telah tumbuh secara stabil dan kini menjadi pilar stabilisasi yang penting. Secara paralel, Strategi Pemulihan dan Pertumbuhan Pariwisata Nasional pemerintah telah menetapkan target USD 5 miliar dalam penerimaan pariwisata pada 2025, yang menunjukkan maksud kebijakan yang jelas.
Victoria Falls tetap menjadi destinasi unggulan negara dan jangkar yang jelas dari kisah pariwisata Zimbabwe. Namun basis aset yang lebih luas adalah yang membuat pasar ini benar-benar menarik. Zimbabwe menggabungkan Victoria Falls dengan Taman Nasional Hwange, Mana Pools, dan Monumen Nasional Great Zimbabwe. Sedikit destinasi di benua ini yang dapat menyamai konsentrasi aset alam dan budaya tersebut.
Mana Pools sangat penting di segmen premium pasar. Sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO, ini menarik wisatawan yang membelanjakan banyak uang dan menghargai pariwisata eksklusif dan berbasis pengalaman. Profil tersebut sesuai langsung dengan pergeseran global menuju perjalanan autentik berbasis alam, yang terus mendukung segmen ekowisata mewah.
Pasar sumber Zimbabwe juga terdiversifikasi dengan baik. Afrika Selatan tetap menjadi pasar regional terkemuka, didukung oleh hubungan perjalanan lintas batas yang kuat. Di luar wilayah tersebut, Inggris Raya, Amerika Serikat, Jerman, dan Tiongkok semuanya berkontribusi pada kedatangan internasional.
Sama pentingnya, Zimbabwe berada di pusat sirkuit pariwisata Afrika Selatan. Negara ini terhubung secara alami dengan Afrika Selatan, Botswana, Zambia, dan Mozambik. Akibatnya, rencana perjalanan safari multi-negara semakin banyak melewati Zimbabwe, memungkinkan negara ini mendapat manfaat dari permintaan langsung dan momentum regional yang lebih luas.
Infrastruktur tetap menjadi ujian praktis untuk pasar pariwisata mana pun. Di Zimbabwe, arahnya menggembirakan. Perluasan Bandara Internasional Victoria Falls telah meningkatkan akses internasional, sementara peningkatan jalan di sepanjang koridor pariwisata utama dan hubungan penerbangan regional yang lebih baik memperkuat konektivitas.
Masih ada pekerjaan yang harus dilakukan. Meski demikian, arah kebijakan menjadi semakin jelas. Pemerintah terus mendorong investasi swasta dalam penginapan mewah, hotel, resor, infrastruktur MICE, proyek ekowisata, dan transportasi pariwisata. Kombinasi dukungan kebijakan dan kekurangan pasokan pasar tersebut menciptakan tesis masuk yang kredibel bagi modal yang sabar.
Peluang terkuat tetap berada di segmen premium pasar. Penginapan safari kelas atas, pengembangan ekowisata butik, dan perhotelan destinasi di sekitar Victoria Falls tetap kekurangan pasokan secara struktural relatif terhadap kualitas basis aset yang mendasarinya.
Logika investasinya sederhana. Zimbabwe menawarkan aset kelas dunia yang tidak dapat direplikasi. Akomodasi berkualitas tetap terbatas di beberapa wilayah pariwisata utama. Permintaan global untuk petualangan dan ekowisata terus meningkat. Selain itu, peran Zimbabwe dalam sirkuit pariwisata regional memperkuat posisi jangka panjangnya. Bagi investor yang bersedia mengambil pandangan jangka panjang, kombinasi tersebut layak mendapat perhatian lebih.
Kisah pariwisata Zimbabwe masih terus berkembang. Pemulihannya nyata, asetnya luar biasa, dan infrastrukturnya membaik. Tantangan tetap ada, terutama seputar lingkungan operasi dan dinamika mata uang. Meski demikian, pasar yang menggabungkan kelangkaan, permintaan yang meningkat, dan kesenjangan pasokan yang terlihat jarang diabaikan selamanya.
Postingan Kebangkitan Pariwisata Zimbabwe: Mengapa Investor Harus Memperhatikan muncul pertama kali di FurtherAfrica.