Siklus bull aset kripto selama 5 tahun terakhir kebanyakan berkutat pada spekulasi token dan, belakangan ini, adopsi institusi. Tapi, menurut Clem Chambers – pendiri ADVFN, situs saham dan pasar terkemuka di Eropa, siklus selanjutnya akan didominasi oleh aplikasi dunia nyata.
Saat berbicara di Markets Intelligence Council milik BeInCrypto, Chambers menyampaikan bahwa industri mulai bergerak melampaui siklus yang didorong oleh aktivitas trading semata.
Pendapatnya muncul saat siklus saat ini menunjukkan perbedaan mencolok antara pergerakan harga dan aktivitas dasarnya. Bitcoin dan Ethereum masih menarik arus dana dari institusi, apalagi di era setelah ETF.
Namun, modal justru makin terkonsentrasi di lapisan teratas, sementara token kelas menengah sulit menarik perhatian atau menjaga likuiditas.
Pada saat yang sama, lapisan berbeda di pasar juga mulai mendapat momentum. Aset dunia nyata yang ditokenisasi, jalur pembayaran berbasis stablecoin, dan infrastruktur blockchain yang terhubung dengan AI dan data mengalami pertumbuhan yang stabil.
Sektor-sektor ini menghasilkan penggunaan nyata, biaya layanan, dan bahkan pendapatan riil — hal yang kebanyakan token spekulatif gagal capai di siklus sebelumnya.
Chambers menjelaskan pergeseran ini secara lugas.
Siklus sebelumnya fokus pada produk keuangan dasar — protokol DeFi, yield farming, dan trading token. Kini, tren baru berpusat pada aplikasi yang benar-benar digunakan oleh pengguna, sering kali bahkan tanpa berfokus pada token dasarnya.
Hal ini sejalan dengan sinyal pasar secara lebih luas di 2026. Pendanaan berbentuk token dari perusahaan seperti BlackRock dan pemanfaatan stablecoin yang makin meningkat untuk transaksi menunjukkan bahwa teknologi blockchain mulai masuk ke dalam sistem keuangan yang sudah ada.
Sementara itu, sektor infrastruktur seperti jaringan fisik terdesentralisasi dan protokol terkait AI menarik minat para pengembang dan investasi modal ventura.
Namun, transisi ini belum merata. Trading spekulatif masih menjadi pendorong utama pergerakan harga dalam jangka pendek, sementara partisipasi ritel masih didorong oleh momentum.
Banyak proyek di lapisan aplikasi juga masih kesulitan dalam mempertahankan pengguna dan mendapatkan pendapatan.
Meskipun demikian, arahnya mulai terlihat jelas. Jika siklus sebelumnya didorong oleh narasi seputar token, fase berikutnya mungkin akan bergantung pada apakah aplikasi berbasis blockchain benar-benar bisa menghadirkan kegunaan secara konsisten.
Argumentasi Chambers mencerminkan kenyataan yang lebih luas: pasar mulai lebih menghargai penggunaan nyata dibandingkan sekadar hype.
Apakah pergeseran ini akan sepenuhnya mendefinisikan siklus selanjutnya akan bergantung pada seberapa cepat aplikasi ini bisa berkembang melampaui pengguna asli ekosistem kripto.


