Pergeseran posisi menjadi semakin jelas saat Ripple dan XRP bersiap untuk hadir di salah satu pertemuan perbankan paling berpengaruh di dunia.
Komentator kripto JackTheRippler (@RippleXrpie) menyoroti perkembangan ini dalam postingan terbaru, mengungkapkan bahwa "Ripple Treasury terdaftar sebagai peserta pameran di SWIFT Sibos 2026."
Sibos, yang diselenggarakan oleh SWIFT, mempertemukan bank, lembaga keuangan, dan penyedia infrastruktur dari seluruh sektor pembayaran global. Peserta pameran di acara ini bukan hanya peserta pasif, karena mereka mempresentasikan solusi, melibatkan pengambil keputusan, dan memposisikan teknologi mereka untuk adopsi di dunia nyata.
Kehadiran Ripple sebagai peserta pameran menandakan partisipasi langsung dalam proses tersebut. Hal ini menempatkan perusahaan dan XRP dalam lingkungan yang sama dengan institusi yang mengontrol arus pembayaran lintas batas.
Momen ini mencerminkan perubahan yang jelas dalam akses. Beberapa tahun lalu, Ripple tidak menerima undangan ke Sibos. Pengecualian ini mendorong perusahaan untuk meluncurkan acara Swell mereka sendiri.
Perusahaan selalu beroperasi di luar ekosistem inti SWIFT sambil membangun infrastruktur pembayaran mereka sendiri, tetapi JackTheRippler percaya undangan ini menandakan perubahan.
Ripple kini memiliki tempat duduk di meja. Keikutsertaannya sebagai peserta pameran mengkonfirmasi bahwa teknologi berbasis XRP-nya kini relevan dalam percakapan yang membentuk keuangan global.
Perkembangan ini penting karena Sibos berfungsi sebagai titik pertemuan bagi institusi yang memengaruhi standar pembayaran, manajemen likuiditas, dan sistem penyelesaian. Ripple kini akan terlibat langsung dengan para peserta tersebut, meningkatkan eksposur XRP kepada mereka yang berada di jantung sistem keuangan global.
Ripple Treasury, yang sebelumnya dikenal sebagai GTreasury, berfokus pada manajemen treasury modern dan operasi likuiditas institusional. Ripple mengakuisisi perusahaan tersebut pada tahun 2025, dan kini mendukung integrasi aset digital, termasuk XRP untuk penyelesaian dan likuiditas.
Dengan mempresentasikan sistem ini di Sibos, Ripple memperkenalkan bank kepada infrastruktur treasury yang menghubungkan manajemen keuangan tradisional dengan penyelesaian berbasis blockchain dan solusi pembayaran lintas batas.
Ripple terus menargetkan dominasi dalam pembayaran lintas batas menggunakan XRP. Pada saat yang sama, SWIFT tetap menjadi jaringan pesan global dominan yang menghubungkan bank. Keduanya beroperasi dalam ruang yang sama. Namun, fungsi mereka berbeda. Sementara SWIFT memfasilitasi pesan antar institusi, Ripple berfokus pada penyelesaian dan likuiditas menggunakan XRP.
Perbedaan ini menciptakan jalur untuk penyelarasan. Integrasi potensial antara sistem pesan dan penyelesaian berbasis blockchain dapat meningkatkan kecepatan transaksi dan mengurangi ketergantungan pada akun yang didanai terlebih dahulu.
Perkembangan seperti itu akan membuka jalur baru bagi lembaga keuangan. Ini juga akan memperkuat posisi XRP dalam kerangka perbankan yang ada. Meskipun belum ada kemitraan resmi, kehadiran Ripple di Sibos bisa menjadi awal era baru untuk keuangan global.
Disclaimer: Konten ini dimaksudkan untuk menginformasikan dan tidak boleh dianggap sebagai nasihat keuangan. Pandangan yang diungkapkan dalam artikel ini mungkin mencakup opini pribadi penulis dan tidak mewakili opini Times Tabloid. Pembaca disarankan untuk melakukan riset menyeluruh sebelum membuat keputusan investasi apa pun. Tindakan apa pun yang diambil oleh pembaca sepenuhnya merupakan risiko mereka sendiri. Times Tabloid tidak bertanggung jawab atas kerugian finansial apa pun.
Ikuti kami di X, Facebook, Telegram, dan Google News
Postingan XRP Army Links Ripple to SWIFT Based On This Major Announcement muncul pertama kali di Times Tabloid.


