Harga minyak mentah Brent diperdagangkan di kisaran US$94,92, terjebak di dalam pola gagang pada inverted cup-and-handle. Pola ini mengukur penurunan sebesar 28Harga minyak mentah Brent diperdagangkan di kisaran US$94,92, terjebak di dalam pola gagang pada inverted cup-and-handle. Pola ini mengukur penurunan sebesar 28

Harga Minyak Naik dari Level Terendah karena Perang namun 30% Trader Sudah Keluar

2026/04/16 17:00
durasi baca 4 menit
Untuk memberikan masukan atau menyampaikan kekhawatiran terkait konten ini, silakan hubungi kami di [email protected]

Harga minyak mentah Brent diperdagangkan di kisaran US$94,92, terjebak di dalam pola gagang pada inverted cup-and-handle. Pola ini mengukur penurunan sebesar 28,8% dari puncak bulan Maret.

Kenaikan harga terakhir terlihat meyakinkan di permukaan. Tapi, ada tiga sinyal di bawah grafik harga yang menunjukkan reli ini sepertinya mulai melemah. Volume turun, open interest anjlok, dan trader opsi membeli call atas bukan karena yakin tapi sebagai perlindungan terhadap konflik.

Inverted Cup and Handle Terbentuk Saat Volume dan Open Interest Menurun Tajam

Harga minyak memang menurun sejak Brent mencapai puncaknya di pertengahan Maret. Puncak membulat yang terbentuk antara awal Maret sampai akhir Maret menciptakan bagian cup dari pola inverted cup-and-handle yang menandakan tren lanjutan bearish.

Penurunan dari puncak cup ke neckline mengukur penurunan 28,8%, sebagai proyeksi jika harga kembali terkoreksi dan menembus level tersebut. Meski demikian, sejak menyentuh titik terendah perang di sekitar US$90,29, harga Brent mengalami rebound dalam channel naik sebesar 5%. Channel tersebut membentuk gagang pada pola ini.

Tetapi, kenaikan harga ini tidak didukung oleh keyakinan kuat. Volume terus menurun sepanjang pembentukan gagang. Candle terakhir hanya mencatatkan 6,88 ribu kontrak, jauh di bawah level yang terlihat selama pembentukan cup.

Open interest, yaitu total nilai kontrak futures yang beredar, memberikan gambaran lebih tajam. Open interest sempat menembus 700.000 saat reli di bulan Maret. Namun kini anjlok sekitar 30% ke 491.810. Dana, atau lebih tepatnya para trader, mulai meninggalkan futures minyak.

Ingin mendapatkan insight seperti ini? Daftar Newsletter Harian Editor Harsh Notariya di sini.

Volume dan Open Interest Pola Inverted Cup Handle Harga MinyakVolume dan Open Interest Pola Inverted Cup Handle Harga Minyak | Sumber: TradingView

Volume yang semakin turun dan open interest yang anjlok ini sama-sama menegaskan bahwa rebound terjadi dengan menurunnya partisipasi. Modal institusi justru keluar, bukan masuk ke pasar.

Opsi BNO Tunjukkan Perlindungan Konflik, Bukan Posisi Bullish

Data opsi di United States Brent Oil Fund (BNO), ETF yang mengikuti futures Brent, menunjukkan lapisan lain. Pada 15 April, rasio volume put dan call berada di angka 0,13. Rasio open interest berada di 0,25. Kedua angka ini mengindikasikan dominasi call yang sangat besar.

Sekilas, kondisi tersebut terkesan bullish. Namun, konteksnya mengubah tafsirnya. Kemungkinan besar ini hanyalah lindung konflik, bukan taruhan arah pergerakan harga. Trader nampak membeli call atas sebagai asuransi jika blokade Iran semakin memanas. Open interest futures yang anjlok seperti dijelaskan sebelumnya menegaskan mereka tidak benar-benar bertaruh pada kenaikan harga yang berkelanjutan.

Rasio Put Call IV BNORasio Put Call IV BNO | Sumber: Barchart

Implied volatility di 72,80% dengan Persentil IV sebesar 88% menegaskan pasar sedang mengantisipasi potensi pergerakan besar harga minyak. Tapi IV Rank di 50,18% menunjukkan level volatilitas setinggi ini memang sudah bertahan sepanjang tahun akibat perang.

Pasar futures kehilangan partisipasi sementara trader opsi mengantisipasi kejutan. Kombinasi ini tidak mendukung pemulihan harga secara berkelanjutan. Jadi, situasinya lebih condong sebagai peluang naik jangka pendek saja.

Level Harga Minyak yang Menentukan Hasil Pola

Grafik harga harian Brent memetakan di mana harga minyak akan menyelesaikan pola ini. Brent saat ini berada di US$94,92. Level Fibonacci 0,236 di US$97,05 menjadi hambatan pertama. Jika harga menembus, maka menuju US$103,90.

Namun, menembus US$103,90 saja belum membatalkan pola bearish ini. Hanya penutupan harian di atas US$111,80 yang menegaskan harga minyak benar-benar keluar dari pola tersebut.

Justru, sisi bawah pola ini lebih banyak didukung oleh data. Penurunan di bawah US$92,81, yaitu Fibonacci 0,382, akan mematahkan gagang pola. Jika terus jatuh ke bawah US$89,39, yaitu Fibonacci 0,5, maka akan memicu breakdown neckline.

Jika breakdown ini terkonfirmasi, pola inverted cup-and-handle memproyeksikan pergerakan sekitar 28% dari neckline. Targetnya menuju zona US$65, sejalan dengan support di US$65,04 pada grafik.

Analisis Harga MinyakAnalisis Harga Minyak | Sumber: TradingView

Harga minyak di US$92,81 menjadi batas antara pola yang bertahan dan pola yang akan selesai. Jika tembus ke bawah, peluang menuju US$65 pun terbuka. Penutupan di atas US$111,80 membatalkan struktur bearish ini, meski baik volume maupun open interest saat ini belum mendukung skenario tersebut.

Peluang Pasar
Logo INI
Harga INI(INI)
$0.10194
$0.10194$0.10194
-0.39%
USD
Grafik Harga Live INI (INI)
Penafian: Artikel yang diterbitkan ulang di situs web ini bersumber dari platform publik dan disediakan hanya sebagai informasi. Artikel tersebut belum tentu mencerminkan pandangan MEXC. Seluruh hak cipta tetap dimiliki oleh penulis aslinya. Jika Anda meyakini bahwa ada konten yang melanggar hak pihak ketiga, silakan hubungi [email protected] agar konten tersebut dihapus. MEXC tidak menjamin keakuratan, kelengkapan, atau keaktualan konten dan tidak bertanggung jawab atas tindakan apa pun yang dilakukan berdasarkan informasi yang diberikan. Konten tersebut bukan merupakan saran keuangan, hukum, atau profesional lainnya, juga tidak boleh dianggap sebagai rekomendasi atau dukungan oleh MEXC.

USD1 Genesis: 0 Biaya + 12% APR

USD1 Genesis: 0 Biaya + 12% APRUSD1 Genesis: 0 Biaya + 12% APR

Pengguna baru: stake hingga 600% APR Waktu terbatas!