Menurut seorang analis, ada sesuatu yang "lebih jahat" terjadi di balik insiden penembakan di White House Correspondents' Dinner pada hari Sabtu lalu.
Tersangka penembak Cole Allen melepaskan beberapa tembakan di dalam Washington Hilton, tempat acara tersebut berlangsung. Ia mengenai rompi antipeluru seorang agen Secret Service, dan agen tersebut selamat. Tidak ada korban jiwa dalam acara tersebut, dan penembak ditangkap oleh pihak berwenang di tempat kejadian. Presiden Donald Trump dan para pejabat kabinet yang hadir segera dievakuasi keluar dari gedung.

Molly Olmstead, seorang penulis staf di Slate, berargumen dalam sebuah artikel baru bahwa terburu-burunya sejumlah orang dari kubu kiri maupun kanan politik untuk mencap penembakan ini sebagai "rekayasa" menunjukkan betapa dalamnya teori konspirasi telah tertanam dalam politik modern.
Hal itu meskipun ada bukti yang sangat kuat bahwa serangan tersebut bermotif politik, menurut Olmstead. Misalnya, ia merujuk pada donasi Allen sebelumnya untuk kampanye presiden Kamala Harris pada 2024 dan manifesto yang ditinggalkan Allen.
"Petunjuk-petunjuk tersebut tampaknya menggambarkan serangan ini secara lugas sebagai upaya pembunuhan bermotif politik terhadap presiden dan anggota pemerintahannya," tulis Olmstead. "Namun jika Anda bertanya kepada para pengamat—terutama pengamat dari kubu kiri—ada sesuatu yang bahkan lebih jahat sedang terjadi di sini."
Olmstead berargumen bahwa tren tersebut menunjukkan bahwa gerakan politik bisa mulai bersatu di seputar konspirasi mana yang bersedia diterima oleh kelompok tertentu.
"Kita telah mencapai titik di mana pemikiran konspirasi itu sendiri merupakan gerakan politiknya sendiri—yang sering kali berada di luar garis partisan tradisional," tulisnya. "Ada teori konspirasi MAGA yang khas dan akun BlueAnon, yang mengecam plot jahat fantastis dari Demokrat dan Republik. Namun ada pula mereka yang sudah cukup terracuni oleh sisi 'pertanyakan segalanya' dari internet sehingga mengkhianati mantan sekutu mereka sendiri."

