Wall Street memulai pekan ini dengan hati-hati pada hari Senin, dengan futures saham bergerak ke berbagai arah saat para investor menunggu dua peristiwa besar: laporan pendapatan Big Tech dan keputusan suku bunga Federal Reserve.
Futures Dow Jones Industrial Average turun sekitar 45 poin, atau 0,1%. Futures S&P 500 sedikit melemah, sementara futures Nasdaq 100 naik tipis sekitar 0,2%.
E-Mini S&P 500 Jun 26 (ES=F)
Baik S&P 500 maupun Nasdaq ditutup pada rekor tertinggi pada hari Jumat lalu. Saham-saham chip, termasuk Intel, membantu mendorong indeks lebih tinggi di penghujung pekan lalu.
Kini para investor memantau dengan seksama apakah momentum tersebut akan berlanjut. Alphabet, Apple, Microsoft, Amazon, dan Meta Platforms semuanya dijadwalkan melaporkan hasil kuartalan pekan ini.
Federal Reserve juga mengadakan pertemuan pekan ini. Sebagian besar trader memperkirakan The Fed akan mempertahankan suku bunga tidak berubah.
Konferensi pers Powell pasca-pertemuan akan dipantau dengan cermat. Ini bisa menjadi konferensi pers keduanya yang terakhir sebagai ketua The Fed, dengan Kevin Warsh diperkirakan akan mengambil alih kepemimpinan bank sentral tersebut.
Harga minyak naik tajam pada hari Senin setelah Presiden Trump membatalkan rencana kunjungan utusan AS ke Iran untuk negosiasi damai.
Futures minyak mentah Brent melonjak 2,5% menjadi $101,56 per barel. West Texas Intermediate naik 2,3% menjadi $96,55 per barel.
Iran dilaporkan telah mengajukan proposal baru untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengakhiri perang, sambil menunda pembicaraan nuklir ke tanggal yang lebih lanjut. Namun upaya perdamaian terhenti selama akhir pekan, dengan kedua pihak mundur.
Selat Hormuz adalah jalur utama bagi pengiriman minyak global. Blokade yang terus berlanjut memunculkan kekhawatiran akan kenaikan harga energi dan inflasi yang lebih luas.
Dolar melemah 0,1% terhadap sekeranjang mata uang utama. Imbal hasil obligasi Treasury 10 tahun sedikit lebih tinggi di 4,32%.
Harga emas turun karena terhentinya pembicaraan damai Iran mendorong harga minyak lebih tinggi dan para investor menilai ulang risiko.
Indeks Kospi Korea Selatan naik 2,2% semalam, mencapai rekor tertinggi didukung oleh kekuatan saham-saham chip.
Saham Adidas melonjak setelah seorang pelari memecahkan rekor dunia maraton dua jam dengan mengenakan sepatu buatan perusahaan tersebut.
Di AS, semua perhatian tetap tertuju pada lima perusahaan Magnificent Seven yang melaporkan hasil pekan ini. Hasil mereka kemungkinan akan menentukan arah pasar memasuki bulan Mei.
Pernyataan kebijakan The Fed juga dijadwalkan pekan ini, memberikan kejelasan lebih lanjut kepada pasar mengenai jalur suku bunga untuk sisa tahun 2026.
The post Pre-Market Update: The Most Important Week for Markets in 2026 Is Here — Here's What to Watch appeared first on CoinCentral.


