BitcoinWorld
Visa Bermitra dengan WeFi untuk Membangun Layanan Perbankan On-Chain: Langkah Terobosan untuk Inklusi Keuangan
Visa, raksasa pembayaran global, telah mengumumkan kemitraan strategis dengan WeFi, sebuah perusahaan blockchain yang didirikan oleh salah satu pendiri Tether, Reeve Collins. Kolaborasi ini bertujuan membangun infrastruktur perbankan on-chain yang menjembatani keuangan terdesentralisasi (DeFi) dengan jaringan pembayaran tradisional. Inisiatif ini menargetkan 'setengah mil terakhir' dari perbankan on-chain, menyediakan pengguna dengan Nomor Rekening Bank Internasional (IBAN) pribadi yang berfungsi seperti rekening bank tradisional. Layanan ini akan diluncurkan pertama kali di Eropa, Asia, dan Amerika Selatan, dengan rencana untuk memperluas jangkauan ke populasi yang kurang terlayani secara finansial di seluruh dunia.
Keputusan Visa untuk bermitra dengan WeFi menandakan pergeseran besar dalam cara lembaga keuangan tradisional memandang teknologi blockchain. WeFi, yang didirikan pada tahun 2020 oleh Reeve Collins, adalah platform yang menghubungkan protokol DeFi dengan jaringan pembayaran institusional. Perusahaan ini telah mengembangkan sistem yang memungkinkan pengguna menyimpan dan bertransaksi dalam mata uang fiat maupun kripto secara mulus. Visa membawa jaringan pembayaran globalnya, keahlian regulasi, dan hubungan dengan pedagang ke meja perundingan. Bersama-sama, mereka bertujuan menciptakan model perbankan hibrida yang menggabungkan kecepatan dan transparansi blockchain dengan kepercayaan dan keakraban perbankan tradisional.
Perbankan on-chain mengacu pada layanan keuangan yang beroperasi langsung di jaringan blockchain. Berbeda dengan bank tradisional yang mengandalkan basis data terpusat dan perantara, sistem on-chain menggunakan smart contract dan buku besar terdistribusi. Pendekatan ini menawarkan beberapa keunggulan:
Namun, perbankan on-chain menghadapi berbagai tantangan, termasuk ketidakpastian regulasi, masalah skalabilitas, dan kurangnya integrasi dengan jalur pembayaran tradisional. Visa dan WeFi bertujuan memecahkan masalah-masalah ini dengan menggabungkan jaringan Visa dengan infrastruktur blockchain WeFi.
Kemitraan ini akan menyediakan pengguna dengan IBAN pribadi yang dapat menerima dan mengirim pembayaran dalam berbagai mata uang, termasuk kripto. IBAN ini akan terhubung dengan jaringan pembayaran Visa, memungkinkan pengguna membelanjakan aset kripto mereka di merchant mana pun yang menerima Visa. Platform WeFi akan menangani konversi antara fiat dan kripto, menggunakan smart contract untuk memastikan keamanan dan kepatuhan. Layanan ini akan diatur di bawah undang-undang keuangan yang berlaku di setiap yurisdiksi, mengatasi salah satu hambatan terbesar dalam adopsi kripto.
Layanan perbankan on-chain baru ini akan menawarkan beberapa fitur yang membedakannya dari perbankan tradisional:
Langkah Visa ke perbankan kripto bukan hal baru. Perusahaan ini telah bereksperimen dengan teknologi blockchain sejak 2015. Namun, kemitraan dengan WeFi ini merupakan langkah yang lebih konkret menuju adopsi arus utama. Dengan menargetkan populasi yang kurang terlayani secara finansial, Visa bertujuan mengatasi kesenjangan kritis dalam keuangan global. Menurut Bank Dunia, sekitar 1,4 miliar orang dewasa masih tidak memiliki rekening bank. Banyak dari mereka memiliki akses ke smartphone tetapi tidak memiliki akses ke layanan perbankan tradisional. Perbankan on-chain dapat memberi mereka alternatif yang terjangkau dan mudah diakses.
Layanan ini akan diluncurkan di tiga kawasan utama:
Setelah memantapkan posisi di pasar-pasar ini, Visa dan WeFi berencana untuk berekspansi ke Afrika, Asia Tenggara, dan kawasan lain dengan populasi tidak memiliki rekening bank yang signifikan.
Platform WeFi dirancang untuk menjembatani DeFi dengan jaringan pembayaran institusional. Hal ini sangat penting karena DeFi secara tradisional telah didominasi oleh investor ritel dan spekulan. Dengan bermitra bersama Visa, WeFi dapat membawa manfaat DeFi kepada audiens yang lebih luas, termasuk bisnis dan pemerintah. Platform ini menggunakan kombinasi smart contract dan API perbankan tradisional untuk memastikan transaksi yang cepat sekaligus patuh regulasi.
Tumpukan teknologi WeFi meliputi:
Salah satu tantangan terbesar bagi perbankan on-chain adalah regulasi. Visa dan WeFi mengambil pendekatan proaktif dengan bekerja sama dengan regulator di setiap pasar sasaran. Di Eropa, layanan ini akan mematuhi regulasi Markets in Crypto-Assets (MiCA). Di Asia, layanan ini akan mematuhi persyaratan lisensi lokal. Di Amerika Selatan, layanan ini akan menavigasi lanskap regulasi yang beragam di setiap negara. Pengalaman Visa dalam menavigasi regulasi global memberikannya keunggulan signifikan dalam hal ini.
Kemitraan ini juga mengatasi risiko-risiko utama yang terkait dengan perbankan kripto:
Pengumuman ini telah membangkitkan minat yang signifikan dari komunitas keuangan dan kripto. Para analis memandang ini sebagai validasi atas potensi DeFi untuk mengubah perbankan tradisional. Namun, beberapa pakar memperingatkan bahwa hambatan regulasi masih cukup besar. Dr. Sarah Chen, peneliti fintech di Universitas Cambridge, mencatat: 'Kemitraan ini bisa menjadi pengubah permainan jika dapat menavigasi lanskap regulasi yang kompleks. Kuncinya adalah pada eksekusi.'
Visa bukan satu-satunya yang mengeksplorasi perbankan on-chain. Mastercard telah meluncurkan kartu pembayaran terkait kripto miliknya sendiri, dan JPMorgan telah mengembangkan JPM Coin untuk pembayaran institusional. Namun, kemitraan Visa dengan WeFi unik dalam fokusnya untuk menyediakan IBAN pribadi kepada pengguna individu, bukan hanya klien institusional. Pendekatan yang berpusat pada konsumen ini bisa memberikannya keunggulan kompetitif.
Kemitraan Visa dengan WeFi untuk membangun layanan perbankan on-chain merupakan langkah signifikan menuju adopsi arus utama teknologi blockchain. Dengan menggabungkan jaringan global Visa dan keahlian DeFi WeFi, inisiatif ini bertujuan menyediakan perbankan yang terjangkau dan berbiaya rendah bagi populasi yang kurang terlayani di seluruh dunia. Peluncuran layanan di Eropa, Asia, dan Amerika Selatan akan menguji kelayakannya, namun potensi dampaknya terhadap inklusi keuangan sangat besar. Seiring Visa bermitra dengan WeFi untuk menjembatani kesenjangan antara keuangan tradisional dan terdesentralisasi, masa depan perbankan semakin tampak on-chain.
Q1: Apa tujuan utama kemitraan Visa dan WeFi?
A: Tujuan utamanya adalah membangun infrastruktur perbankan on-chain yang menyediakan pengguna dengan IBAN pribadi, menjembatani keuangan terdesentralisasi dengan jaringan pembayaran tradisional.
Q2: Siapa WeFi dan mengapa penting?
A: WeFi adalah perusahaan blockchain yang didirikan oleh salah satu pendiri Tether, Reeve Collins. Perusahaan ini berspesialisasi dalam menghubungkan DeFi dengan jaringan pembayaran institusional, menjadikannya pemain kunci dalam ruang perbankan kripto.
Q3: Di mana layanan ini akan diluncurkan pertama kali?
A: Layanan ini akan diluncurkan di Eropa, Asia, dan Amerika Selatan sebelum berekspansi ke populasi yang kurang terlayani secara finansial di seluruh dunia.
Q4: Bagaimana perbankan on-chain berbeda dari perbankan tradisional?
A: Perbankan on-chain menggunakan teknologi blockchain untuk transaksi yang transparan, cepat, dan berbiaya rendah, sementara perbankan tradisional mengandalkan basis data terpusat dan perantara.
Q5: Apakah layanan ini diatur secara regulasi?
A: Ya, layanan ini akan mematuhi semua regulasi yang relevan, termasuk persyaratan KYC/AML, di setiap yurisdiksi operasinya.
Artikel ini Visa Bermitra dengan WeFi untuk Membangun Layanan Perbankan On-Chain: Langkah Terobosan untuk Inklusi Keuangan pertama kali muncul di BitcoinWorld.


