Anak-anak Trump, Donald Trump Jr. dan Eric Trump, diam-diam mengambil sekitar 20% saham pada sebuah perusahaan miner tungsten Kazakhstan yang kini didukung pendanaan federal AS hingga US$1,6 miliar, papar Financial Times pada Jumat.
Ada tiga faktor yang menguntungkan mereka, dan semua dimulai pada masa pemerintahan ayah mereka. Pendanaan federal membangun tambang, larangan AS menyingkirkan pemasok utama, dan Pentagon kini sangat butuh alternatif.
Kedua bersaudara ini masuk melalui Skyline Builders, sebuah shell yang terdaftar di Nasdaq, pada Agustus 2025 tanpa pengungkapan publik. Mereka menambah saham dalam private placement senilai US$24 juta di akhir Oktober, beberapa hari setelah detail kesepakatan bocor ke publik.
Pada November, Presiden Trump dan Presiden Kazakhstan Kassym-Jomart Tokayev resmi mengumumkan proyek tersebut dalam pertemuan di Gedung Putih.
Export-Import Bank menjanjikan pendanaan hingga US$900 juta, dan Development Finance Corporation menambah lagi US$700 juta.
Bisnis kripto mereka yang lebih luas sudah sempat dipermasalahkan di Senat terkait isu benturan kepentingan. Keduanya dilaporkan hanya sebagai investor pasif tanpa jabatan pemerintah.
Financial Times tidak menemukan bukti mereka tahu adanya dukungan AS sebelum mereka pertama kali membeli saham.
Miner AS sudah tidak lagi memproduksi tungsten secara komersial sejak 2015. Hukum tahun 2026 juga melarang tungsten asal Cina digunakan di perlengkapan militer Amerika, sehingga Pentagon kini tak punya alternatif dalam negeri.
Cina masih menguasai sekitar 80% pasar tungsten dunia dan memperketat aturan ekspor di awal 2025. Harga mencapai level tertinggi dalam satu dekade pada 2024, sehingga Washington mendorong sumber tungsten dari negara sekutu.
Deposit Northern Katpar dan Upper Kairakty diperkirakan dapat memasok sekitar 15% produksi tungsten dunia.
Apakah KAZR akan memicu pengawasan kebijakan kongres yang sebelumnya telah menyoroti aset kripto keluarga, akan menjadi penentu dalam beberapa minggu ke depan.


