Token AI memimpin reli aset kripto di bulan Mei, dengan LAB dan Billions Network (BILL) mencatat kenaikan tajam. LAB menarik minat trader lewat terminal trading bertenaga AI. Sementara, BILL jadi sorotan sebagai token identitas terdesentralisasi yang dibuat untuk manusia dan agen AI.
Kedua grafik masih menunjukkan potensi naik jika momentum bertahan. Tapi, profil risikonya berbeda.
LAB adalah native token dari terminal trading lintas chain. Platform ini memungkinkan pengguna trading pasar spot, limit, dan perpetual di Solana, Ethereum, dan BNB Chain lewat satu antarmuka bertenaga AI.
Token ini punya suplai maksimum 1 miliar, dengan sekitar 230 juta beredar. Holder LAB bisa staking token, voting pada governance, dan menerima bagian dari biaya transaksi seiring volume di platform bertambah.
Pemicu utamanya terjadi pada 3 Mei, saat LAB meluncurkan aplikasi mobile mereka. Langkah ini memperluas produk mereka dari pengguna ekstensi browser ke pengguna mobile dan memicu reli tajam.
LAB melonjak 364% dalam sehari dan mencapai US$3,18 sebelum turun 65%. Pergerakan ini mengakibatkan sekitar US$12,7 juta posisi leverage terlikuidasi dalam beberapa jam saja.
Setelah itu, LAB kembali naik. Baru-baru ini, LAB diperdagangkan sekitar US$6,10 setelah retest level Fibonacci 0,786 di sekitar US$6,04. Token ini mencetak all-time high di US$7,50 pada 11 Mei.
Jika pembeli tetap mendominasi, target naik pertama berada di kisaran US$9,35. Breakout yang lebih kuat bisa mendorong LAB ke US$11,70. Artinya potensi upside sekitar 53% hingga 92% dari level saat ini.
Meski begitu, trader harus menganggap LAB sebagai aset momentum berisiko tinggi. Investigator on-chain ZachXBT menuduh founder LAB, Boba Sadikov, melakukan aktivitas market making di exchange terpusat. Tim LAB belum memberikan tanggapan publik terkait tuduhan ini.
Unlock token di masa depan juga menjadi risiko lain. Sekitar 282 juta token LAB masih terkunci, yang dapat menekan harga jika suplai masuk pasar saat kondisi sedang lemah.
BILL adalah native token ERC-20 dari Billions Network. Proyek ini fokus pada identitas terdesentralisasi dan verifikasi untuk manusia serta agen AI.
Billions menggunakan decentralized identifier, verifiable credential, dan zero-knowledge proof. Singkatnya, sistem ini memungkinkan pengguna membuktikan informasi tentang diri mereka tanpa membuka semua data pribadi.
Fitur utama mereka adalah DeepTrust, sebuah framework yang dirancang untuk memverifikasi agen AI lewat “Know Your Agent” (KYA). Fitur ini bisa jadi makin penting kalau agen AI mulai melakukan lebih banyak transaksi on-chain.
BILL meluncur pada 4 Mei di beberapa exchange besar, termasuk KuCoin, Bybit, Binance Alpha, MEXC, OKX, dan Kraken. Tak lama setelah itu, listing bertambah di exchange lain.
Listing di Futures jadi pemicu tambahan. Bybit membuka kontrak perpetual BILL pada 6 Mei. Lalu, Binance ikut dengan Futures BILL/USDT pada 7 Mei, sehingga token ini naik hampir 50% dalam satu sesi perdagangan.
BILL baru-baru ini diperdagangkan di kisaran US$0,2035 setelah menyentuh intraday high sekitar US$0,2268. Target kenaikan pertama ada di kisaran US$0,28. Jika momentum kuat, harga bisa lanjut ke US$0,35.
Support terdekat ada di sekitar US$0,15 dan level berikutnya di US$0,10. Momentum tetap bullish, tapi sebagai token baru, penurunan tajam masih bisa terjadi sewaktu-waktu.
Untuk saat ini, LAB menawarkan potensi grafik yang lebih eksplosif. BILL menyajikan narasi identitas dan agen AI yang kuat. Trader sebaiknya memantau momentum, arus di exchange, dan risiko unlock sebelum mengejar pergerakan kedua aset ini.

