Trader Polymarket memperkirakan peluang 67% bahwa PHK di sektor teknologi AS pada tahun 2026 akan melebihi jumlah tahun 2025, merujuk pada laporan terbaru tentang merosotnya moral karyawan Meta ke titik terendah jelang pemutusan hubungan kerja pada 20 Mei.
Prediction market tersebut membagikan berita tentang moral karyawan beberapa menit sebelum mempromosikan kontrak “PHK Teknologi Naik atau Turun di 2026?”, dengan menyoroti masalah internal Meta sebagai bukti tekanan yang lebih luas di sektor ini.
Karyawan Meta menggambarkan budaya internal perusahaan sebagai “mati dan membuat depresi,” berdasarkan diskusi forum di Blind dan laporan WIRED yang terbit Kamis. Para pekerja mengaitkan hal ini dengan penilaian kinerja yang bergantung pada output AI serta ancaman PHK pada 20 Mei yang semakin dekat.
PHK pada 20 Mei akan menghilangkan sekitar 8.000 posisi, yaitu sekitar 10% dari jumlah karyawan global Meta, sekaligus membekukan 6.000 lowongan yang masih terbuka.
Chief People Officer, Janelle Gale menegaskan keputusan ini bertujuan agar perusahaan dapat berjalan lebih efisien di tengah belanja infrastruktur AI yang semakin besar.
Pendapatan Meta di kuartal pertama mencapai US$56,3 miliar, naik 33% secara tahunan, tapi harga saham turun sekitar 10% setelah perusahaan menaikkan proyeksi belanja modal 2026 menjadi kisaran US$125 miliar sampai US$145 miliar.
Ketegangan meningkat pada 12 Mei saat karyawan membagikan selebaran memprotes alat Model Capability Initiative, yang merekam ketikan, klik, dan aktivitas layar demi melatih agen AI.
Kontrak Polymarket akan mengacu pada data Biro Statistik Tenaga Kerja AS untuk sektor “Information” dan diselesaikan pada Juni 2027. Saat ini, trader memberikan peluang “Naik” sebesar 67%, merujuk pada rencana PHK 2026 di LinkedIn, Cisco, Cloudflare, Coinbase, dan Oracle.
Taruhan ini akan ditutup pada 28 Februari 2027, sehingga sentimen masih dapat berubah seiring polemik privasi AI, restrukturisasi, dan penolakan dari pekerja yang kian meluas di industri.

