Portofolio saham yang dikelola Grok mencatat kinerja lebih kuat dibandingkan portofolio Claude di platform mirror-trading Autopilot. Data publik menunjukkan portofolio Grok telah menghasilkan return sekitar 59% dalam sembilan bulan pertama.
Kinerja tersebut melampaui S&P 500 yang naik sekitar 36% dalam periode yang sama. Hasil ini membuat Grok menjadi salah satu eksperimen AI stock-picking yang paling menonjol di platform tersebut.
DIlaporkan BeInCrypto, portofolio Grok yang dijalankan melalui akun @grkportfolio saat ini memiliki sekitar US$17 juta dana yang diinvestasikan. Strategi ini berjalan secara otonom tanpa campur tangan manusia dalam pengambilan keputusan trading.
Dalam tiga bulan terakhir, portofolio Grok juga masih mengungguli pasar, dengan kenaikan 12,6% dibandingkan SPY yang naik 9,75%.
Kinerja kuat tersebut banyak ditopang oleh posisi besar di sektor infrastruktur AI dan energi. Saham semikonduktor dan memori menjadi kontributor penting karena ikut menangkap tren belanja modal besar dari hyperscaler.
Strategi Grok banyak berfokus pada saham yang mendapat manfaat langsung dari siklus belanja AI. Sektor seperti chip, memori, infrastruktur data, energi, dan pertahanan menjadi bagian penting dalam portofolio.
Eksposur ke energi dan pertahanan juga membantu menjaga kinerja saat pasar menghadapi tekanan makro pada awal 2026. Kombinasi saham pertumbuhan AI dan sektor defensif membuat portofolio Grok mampu menjaga performa di atas indeks.
Baca juga: Wallet Bitcoin Terkunci 11 Tahun Berhasil Dibuka Oleh Claude AI
Berbeda dengan Grok, portofolio Claude yang baru diluncurkan pada April 2026 masih tertinggal dari S&P 500. Portofolio ini dimulai dengan modal awal US$50.000 dan seluruh keputusan investasi juga dijalankan oleh AI tanpa override manusia.
Dalam dua bulan pertama, Claude mencatat return sekitar 2,6%, sementara SPY naik 8,3%. Operator portofolio juga mengakui bahwa strategi Claude sejauh ini belum mampu mengungguli pasar.
Claude sempat melakukan rotasi ke saham seperti ServiceNow (NOW) dan Zeta Global (ZETA), sambil memangkas posisi di Microsoft (MSFT). Setiap keputusan disebut didasarkan pada skenario probabilitas, kondisi pembatalan, dan katalis ke depan.
Tim Research Tokocrypto mengatakan kinerja Claude yang tertinggal sebagian disebabkan oleh pendekatan yang lebih defensif. Portofolio ini lebih banyak memilih second-order AI plays, seperti enterprise software, fintech, dan power.
“Strategi tersebut membuat Claude tidak sepenuhnya menangkap reli besar pada saham semikonduktor dan mega-cap AI yang menjadi pendorong utama pasar. Akibatnya, meski pendekatannya lebih terstruktur, hasil jangka pendeknya belum sekuat Grok,” tuturnya.
Dua portofolio ini merupakan bagian dari eksperimen AI Finance Labs. Secara keseluruhan, strategi AI-managed di Autopilot disebut mengelola sekitar US$150 juta dana mirror-trading.
Eksperimen ini memperlihatkan bagaimana model AI berbeda dapat menerjemahkan data pasar menjadi keputusan investasi nyata. Grok cenderung lebih agresif pada infrastruktur AI, sementara Claude mengambil pendekatan lebih hati-hati dan berbasis skenario.
Meski kinerja Grok terlihat kuat, penggunaan AI dalam trading tetap memiliki risiko besar. Track record Grok baru sekitar sembilan bulan, sementara Claude bahkan baru berjalan beberapa pekan hingga dua bulan.
Investor yang meniru strategi AI juga menghadapi risiko biaya, konsentrasi portofolio, dan perubahan siklus pasar. Return tinggi dalam satu periode belum tentu dapat terulang ketika sektor unggulan mulai melemah.
Beberapa profesional pasar juga masih skeptis terhadap kemampuan bot trading ritel berbasis AI untuk secara konsisten mengalahkan manusia dalam jangka panjang.
Untuk saat ini, Grok berhasil unggul jauh dari Claude dalam eksperimen trading saham berbasis AI. Fokus pada saham infrastruktur AI, semikonduktor, energi, dan pertahanan membuat portofolio Grok mencetak return kuat.
Namun, keunggulan ini masih perlu diuji dalam berbagai kondisi pasar. Musim laporan keuangan, rotasi sektor, perubahan suku bunga, dan koreksi saham teknologi dapat menentukan apakah strategi agresif Grok tetap unggul atau pendekatan defensif Claude mulai mengejar.
Baca Juga: Eks Co-Founder Multicoin Capital: Hyperliquid Salah Dalam Segala Hal!
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang.
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli.
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
The post Grok Kalahkan Claude dalam Trading Saham, Cetak Profit 59% appeared first on Tokocrypto News.
