Stablecoin RLUSD milik Ripple telah mencapai rekor pasokan tertinggi sepanjang masa yakni hampir $1,76 miliar. Pertumbuhannya yang pesat terus berlanjut seiring meningkatnya permintaan institusional terhadap dolar digital yang terregulasi. Data on-chain terbaru menunjukkan pasokan Stablecoin RLUSD Ripple melampaui rekor sebelumnya yang tercatat hanya sehari lebih awal. Hal ini mencerminkan aktivitas minting yang agresif dan adopsi pasar yang terus meluas.
Sementara itu, para pesaing termasuk PYUSD milik PayPal dan USD1 milik World Liberty Financial tampak kehilangan momentum setelah lonjakan pertumbuhan sebelumnya. Perbedaan ini memicu perdebatan baru di kalangan berita Stablecoin mengenai apakah strategi stablecoin Ripple bisa menjadi salah satu pemenang terbesar di tahun 2026.
Berdasarkan data blockchain terbaru, pasokan Stablecoin RLUSD Ripple kini berada di sekitar $1,76 miliar. Angka tersebut menandai rekor baru setelah sempat melampaui level $1,65 miliar lebih awal bulan ini. Pertumbuhan ini mencerminkan peningkatan penggunaan di berbagai bursa, platform penyelesaian institusional, dan sistem pembayaran lintas batas yang terhubung dengan infrastruktur Ripple.
Sebagian besar pasokan RLUSD saat ini beroperasi di Ethereum. Sementara porsi sisanya beredar di XRP Ledger. Struktur dual-chain ini memberi institusi akses ke likuiditas berbasis Ethereum. Namun tetap memanfaatkan ekosistem blockchain asli Ripple untuk penyelesaian yang cepat dan berbiaya rendah. Pencatatan di berbagai bursa baru-baru ini juga turut mendorong adopsi. RLUSD kini didukung di beberapa venue perdagangan utama. Hal ini membuka akses ke pasar spot, layanan jaminan, dan integrasi pembayaran. Selain itu, Ripple terus memperluas peran RLUSD dalam tokenisasi, remitansi, dan keuangan perusahaan.
Sementara RLUSD terus melaju lebih tinggi, berita PayPal hari ini berfokus pada perlambatan pertumbuhan PYUSD. Meskipun PYUSD secara keseluruhan masih lebih besar, aktivitas on-chain terbaru mengindikasikan ekspansinya telah melambat secara signifikan selama Mei 2026. Para analis juga mencatat volume minting yang lebih lambat dan momentum pertumbuhan yang lebih lemah dibandingkan kuartal-kuartal sebelumnya.
Stablecoin USD1 milik World Liberty Financial menunjukkan pola serupa. Setelah ekspansi pesat di awal tahun ini, pertumbuhan pasokan tampak stagnan. Seiring para trader beralih kembali ke stablecoin yang lebih besar dan lebih likuid. Pergeseran ini menyoroti betapa semakin kompetitifnya pasar stablecoin. Pemain mapan seperti USDT dan USDC masih mendominasi secara global. Namun, Stablecoin RLUSD Ripple tengah mengukir ceruk yang semakin besar di kalangan institusi yang mencari infrastruktur berbasis kepatuhan.
Lonjakan terbaru ini memperkuat langkah besar Ripple dalam keuangan blockchain yang terregulasi. RLUSD didukung satu-banding-satu oleh cadangan dolar AS dan setara kas. Ripple juga menekankan keselarasan regulasi dan transparansi sebagai keunggulan utama. Positioning tersebut menjadi semakin penting seiring pemerintah di seluruh dunia meningkatkan pengawasan terhadap stablecoin.
Pada saat yang sama, liputan berita Ripple semakin menyoroti RLUSD sebagai aset penyelesaian inti di dalam ekosistem pembayaran Ripple. Beberapa lembaga keuangan kini tampak menggunakan RLUSD secara langsung untuk penyelesaian, alih-alih sepenuhnya bergantung pada XRP. Hal ini menciptakan peluang sekaligus perdebatan di komunitas XRP mengenai keseimbangan jangka panjang antara utilitas XRP dan adopsi RLUSD.
Bagi investor, meningkatnya pasokan RLUSD menandakan likuiditas yang tumbuh, kepercayaan pasar yang lebih kuat, dan partisipasi institusional yang lebih dalam. Namun, para analis mengingatkan bahwa pertumbuhan pasokan saja tidak menjamin permintaan jangka panjang. Para trader akan terus memantau transparansi cadangan, aktivitas penebusan, dan metrik adopsi secara seksama. Bagi pengembang, RLUSD menyediakan opsi stablecoin yang cepat dan patuh untuk proyek pembayaran, DeFi, dan aset dunia nyata yang ditokenisasi. Biaya transaksi yang lebih rendah di XRPL juga dapat mendorong lebih banyak pengembang untuk membuat aplikasi multi-chain di sekitar infrastruktur Ripple.
Pencapaian terbaru ini memperkuat pengaruh Ripple yang terus berkembang di pasar stablecoin. Pada saat yang sama, berita PayPal hari ini terus berfokus pada momentum PYUSD yang melambat. Pertumbuhan Stablecoin RLUSD Ripple tetap menjadi salah satu tren terkuat dalam berita stablecoin kuartal ini. Pertanyaan besar berikutnya adalah apakah RLUSD dapat mempertahankan laju ini dan pada akhirnya menantang stablecoin tier teratas industri dalam setahun ke depan.
The post Ripple's RLUSD Hits $1.76B ATH — While PayPal's Stablecoin Stalls appeared first on Coinfomania.


