Elon Musk menyebut pendapatan SpaceX bisa mencapai sekitar US$1 triliun per tahun pada 2030, dan kemungkinan lebih besar lagi pada 2031. Proyeksi itu jauh lebih tinggi dari perkiraan para bankir yang baru saja membawa perusahaan ini melantai di bursa saham.
Musk menyampaikan klaim tersebut di X (Twitter) akhir pekan lalu, hanya beberapa hari setelah SpaceX merampungkan debut perdana terbesar di bursa saham sepanjang sejarah. Para underwriter-nya sendiri hanya memperkirakan angka yang jauh lebih kecil dari itu.
SpaceX melaporkan pendapatan sebesar US$18,7 miliar untuk tahun 2025, menurut dokumen IPO mereka. Pendapatan naik dari US$14 miliar pada 2024, tumbuh sekitar 33%.
Pada 2023, pendapatannya sekitar US$10 miliar, jadi pertumbuhannya memang tajam meski belum vertikal.
Meskipun begitu, untuk mencapai US$1 triliun pada 2030, SpaceX harus melipatgandakan pendapatannya 53 kali lipat dalam waktu lima tahun. Belum ada perusahaan sebesar ini yang pernah tumbuh secepat itu sebelumnya.
Musk menyampaikan target tersebut secara langsung di platform yang dia miliki.
Ikuti kami di X untuk mendapatkan berita terbaru secara langsung
Ia menambahkan bahwa dia akan terkejut jika pendapatan SpaceX di 2031 turun di bawah US$1 triliun.
Morgan Stanley, sebagai lead underwriter, memperkirakan pendapatan SpaceX akan mendekati US$330 miliar di 2030. Bank ini memproyeksikan angka US$160 miliar bahkan sudah tercapai pada 2028.
Goldman Sachs lebih mengandalkan kecerdasan buatan, namun prediksinya tetap jauh lebih kecil dibandingkan Musk. Kedua bank ini juga berasumsi realisasi rencana berjalan mulus selama beberapa tahun ke depan.
Optimisme ini muncul seiring dengan debut IPO bersejarah perusahaan tersebut, yang mengangkat valuasinya melewati US$2 triliun. Sesi ini menghasilkan sejumlah fakta IPO yang mengejutkan, termasuk Musk yang tetap memegang 82,4% hak suara dalam perusahaan.
Kedua prediksi tersebut lebih menitikberatkan pada infrastruktur AI dibanding roket. Morgan Stanley memperkirakan AI dapat menyumbang sekitar US$190 miliar dari total pendapatan 2030.
Namun, unit bisnis itu baru menghasilkan US$3,2 miliar pada 2025, meski mengalami kerugian sebesar US$6,4 miliar. Unit tersebut harus berkembang jauh melebihi laboratorium AI terkemuka dunia agar dapat membuahkan hasil.
Saat ini, jaringan satelit Starlink masih menjadi penopang utama usaha, dengan pendapatan US$11,4 miliar tahun lalu. Jumlah pelanggan mencapai 10,3 juta pada Maret 2026, naik dari 8,9 juta tahun sebelumnya. Sementara itu, SpaceX masih mencatat kerugian kuartalan yang tajam di awal 2026.
Musk memang kerap melewati tenggat waktu versi dirinya sendiri, namun pada akhirnya selalu berhasil membuktikan hasil. Para investor yang menimbang saham-saham terkait luar angkasa kini harus memilih pola mana yang akan bertahan.