Pasar kripto dengan antusias menantikan data CPI AS yang akan datang, yang diperkirakan akan berdampak pada sentimen sektor keuangan yang lebih luas.
Penutupan pemerintah AS sejauh ini membuat investor bertanya-tanya tentang langkah potensial berikutnya dari Federal Reserve AS.
Selain itu, ketegangan perdagangan antara AS dan China telah semakin memperburuk skenario, berdampak pada harga kripto. Harga Bitcoin telah turun dari rekor tertingginya hingga serendah $103k, sementara altcoin seperti Ethereum, XRP, dan lainnya juga mengalami crash.
Namun, data CPI yang akan datang, yang merupakan metrik pilihan bagi bank sentral untuk mengukur inflasi, telah masuk ke kolom berita kripto.
Selain itu, diskusi semakin intensif karena ini adalah satu-satunya rilis ekonomi besar menjelang pertemuan Fed minggu depan tentang rencana suku bunga kebijakan mereka.
Perlu dicatat bahwa pasar kripto kini mengharapkan dua pemotongan suku bunga lagi tahun ini, yang mungkin membantu pemulihan kuat aset taruhan berisiko.
Dengan demikian, angka yang lebih rendah kemungkinan akan meningkatkan sentimen pasar keuangan yang lebih luas, berpotensi membantu reli harga kripto.
Di sisi lain, jika tekanan inflasi datang lebih tinggi dari yang diharapkan, hal itu dapat memperburuk tekanan penjualan.
Jadi, di sini kita mengeksplorasi ekspektasi saat ini tentang CPI AS dan bagaimana hal itu mungkin berdampak pada ruang aset digital.
Berita Kripto: Ekspektasi CPI AS & Dampaknya
Semua mata sektor keuangan, apalagi pasar kripto, kini tertuju pada data CPI AS yang akan datang akhir pekan ini.
Data yang diperkirakan akan dirilis pada hari Jumat, akan menyiapkan panggung untuk langkah potensial Federal Reserve AS dengan rencana suku bunga kebijakannya.
Menurut ekspektasi Wall Street, CPI AS diperkirakan tetap tidak berubah pada 0,4% untuk September.
Core CPI, yang tidak termasuk harga makanan dan energi, kemungkinan akan mencapai 0,3%, dibandingkan dengan pembacaan yang sama yang tercatat pada Agustus.
Di sisi lain, inflasi berdasarkan tahun-ke-tahun (YoY) diperkirakan akan melonjak menjadi 3,1%, dibandingkan dengan pembacaan bulan sebelumnya sebesar 2,9%. Core CPI berdasarkan YoY kemungkinan akan tetap tidak berubah pada 3,1%.
Namun, jika data keluar lebih rendah dari ekspektasi pasar, hal itu dapat membantu pemulihan harga kripto.
Dalam berita kripto terbaru, pengamat pasar mengantisipasi potensi pengumuman pemotongan suku bunga Fed sebesar 25 bps minggu depan pada pertemuan bank sentral.
Pemotongan Suku Bunga Fed untuk Mempengaruhi Harga Kripto
Pasar kini mengarah pada dua pemotongan suku bunga Fed selama kuartal terakhir tahun ini.
Menurut data CME FedWatch Tool, ada peluang 97% untuk potensi pemotongan suku bunga 25 bps pada pertemuan mendatang bank sentral AS pada 29 Oktober.
Pasar Kripto: Peluang Pemotongan Suku Bunga Fed | Sumber: CME FedWatch ToolSelain itu, pemotongan suku bunga lain sebesar 0,25% diharapkan pada pertemuan Fed di Desember. Sekarang, pasar kripto menantikan data CPI AS yang akan datang untuk memperkuat taruhan atas potensi pemotongan suku bunga minggu depan.
Menurut QCP Group, angka CPI AS yang lebih rendah akan mengangkat sentimen pasar, berpotensi memicu ekspektasi likuiditas. Terutama, suku bunga yang lebih rendah biasanya membantu dalam reli harga kripto.
Selain itu, penurunan terbaru harga emas menunjukkan bahwa logam mulia tersebut telah mencapai puncaknya.
Untuk konteks, harga emas terus menurun untuk hari kedua berturut-turut, menyaksikan penurunan rekor sejak 2020.
Mempertimbangkan hal itu, analis Michael van de Poppe mengatakan bahwa dana mungkin sekarang berotasi dari emas ke BTC dan kemudian menuju altcoin.
Dampak CPI AS pada Harga Kripto | Sumber: Michael van de Poppe, XJadi, tampaknya angka CPI AS yang lebih rendah dan antisipasi pemotongan suku bunga Fed mungkin membantu pemulihan kuat pasar kripto.
Sumber: https://www.thecoinrepublic.com/2025/10/22/crypto-market-awaits-us-cpi-what-it-means-for-btc-eth-others/


