Arus masuk stablecoin ke bursa kripto tercatat meningkat tajam meski tekanan jual di pasar masih berlangsung kuat. Data terbaru menunjukkan inflow stablecoin kini hampir dua kali lipat, di tengah kondisi Bitcoin (BTC) yang perlahan mendekati potensi koreksi hingga 50% dari all time high (ATH) Oktober.
Kondisi ini memunculkan sinyal baru bahwa minat investor mulai kembali, meskipun pasar belum sepenuhnya pulih.
Berdasarkan data pergerakan inflow stablecoin, pada akhir Desember 2025 rata-rata mingguan arus masuk stablecoin ke exchange (menggunakan 7-day moving average) sempat turun ke level US$51 miliar. Angka tersebut dinilai mencerminkan lemahnya permintaan pasar yang telah terjadi selama beberapa bulan terakhir.
Namun, situasi berubah dalam beberapa pekan terakhir. Saat ini inflow stablecoin tercatat naik ke US$98 miliar, atau hampir dua kali lipat dibanding akhir Desember.
Dilaporkan CryptoQuant, tidak hanya itu, angka tersebut juga telah menembus rata-rata 90 hari yang berada di level US$89 miliar, memperkuat indikasi bahwa modal baru mulai masuk kembali ke pasar kripto.
Analis menilai peningkatan inflow ini mengindikasikan percepatan penempatan modal (capital deployment) yang dibutuhkan pasar, terutama saat harga aset kripto mengalami tekanan.
Meski demikian, tekanan jual disebut masih terlalu besar untuk sepenuhnya diserap oleh arus dana masuk tersebut. Artinya, kenaikan inflow stablecoin belum cukup kuat untuk langsung membalikkan tren penurunan harga.
Walau begitu, peningkatan inflow tetap dipandang sebagai sinyal positif karena menunjukkan investor mulai tertarik kembali di level koreksi saat ini. Beberapa pelaku pasar bahkan disebut sudah mulai melakukan aksi beli, memanfaatkan momentum penurunan harga atau strategi buy the dip.
Pengamat menilai dinamika ini masih perlu menguat agar mampu mendorong pemulihan pasar secara lebih solid. Namun, peningkatan inflow stablecoin menjadi salah satu indikasi awal bahwa pasar mulai mendapatkan tambahan likuiditas di tengah tekanan koreksi yang berlanjut.
Sementara itu, menurut Tim Research Tokocrypto, lonjakan inflow stablecoin adalah indikator “smart money” yang sedang melakukan deployment modal (“buy the dip”). Ketersediaan likuiditas segar di bursa ini krusial untuk menyerap tekanan jual dan membentuk landasan harga (floor) yang solid.
Baca juga: Stablecoin vs Altcoin Apa Bedanya? Pelajari Perbedaannya Sebelum Membeli
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekarang!
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
The post Bitcoin Nyaris Koreksi 50%, Tapi Dana Stablecoin Masuk Gila-gilaan! appeared first on Tokocrypto News.

