Bitcoin (BTC) disebut mulai mendekati zona undervalued setelah mengalami tren penurunan selama sekitar empat bulan sejak mencetak rekor tertinggi pada Oktober 2025. Indikator on-chain Market Value to Realized Value (MVRV) kini berada di kisaran 1,1, mendekati ambang batas yang secara historis dianggap sebagai area undervaluation.
Secara umum, Bitcoin dinilai undervalued ketika rasio MVRV turun di bawah angka 1. Saat ini, meski belum menembus level tersebut, posisi 1,1 menunjukkan bahwa harga pasar mulai mendekati nilai realisasi rata-rata pemegang BTC.
Dilaporkan Crypto Quant, sejak mencapai puncaknya pada Oktober 2025, Bitcoin bergerak dalam tren menurun dan terkoreksi signifikan dalam beberapa bulan terakhir. Dalam 30 hari terakhir saja, harga BTC tercatat turun lebih dari 28%.
Saat artikel ini ditulis, Bitcoin diperdagangkan di sekitar $69.400, naik sekitar 3% dalam 24 jam terakhir. Kapitalisasi pasar BTC berada di atas $1,38 triliun dengan volume perdagangan harian sekitar $41 miliar.
Baca juga: Bhutan Jual Bitcoin Lagi! Cadangan Ratusan Juta Dolar Masih Tersisa
Berbeda dengan siklus sebelumnya, Bitcoin tidak sempat masuk ke zona overvalued yang ekstrem sebelum memulai fase koreksi terbaru. Pada siklus-siklus terdahulu, reli besar biasanya diikuti oleh lonjakan MVRV jauh di atas level normal sebelum akhirnya terjadi koreksi tajam.
Kali ini, absennya fase overvalued yang jelas menjadi perbedaan penting. Hal tersebut memunculkan kemungkinan bahwa pola penurunan dan pembentukan dasar harga juga dapat berbeda dari siklus sebelumnya.
Pergerakan harga Bitcoin (BTC/USDT) pada Sabtu, 14 Februari 2026. Sumber: Tokocrypto.
Sejumlah analis menilai bahwa mendekatnya Bitcoin ke zona undervalued berpotensi menjadi fase persiapan bagi investor jangka panjang. Dalam aset yang memiliki tren naik jangka panjang, periode penurunan kerap dianggap sebagai momen untuk membangun posisi secara bertahap.
Meski demikian, kondisi pasar saat ini tetap memerlukan kehati-hatian. Dengan MVRV yang belum sepenuhnya menembus level 1, pasar masih berada di fase transisi antara koreksi dan potensi pembentukan dasar harga baru.
Investor kini mencermati apakah Bitcoin akan benar-benar memasuki zona undervalued secara teknis, atau justru melanjutkan konsolidasi sebelum menentukan arah berikutnya.
Menurut Tim Research Tokocrypto, berada di zona ini berarti risiko downside sudah terbatas dibandingkan potensi upside. Bagi investor dengan modal ‘uang dingin’, ini adalah fase ‘buy when others are fearful’ yang paling klasik.
Baca Juga: Analisa Harga BTC Hari Ini: Bitcoin Menguat ke $70.682, Sentimen Pulih
Investasi dan trading kripto aman hanya di Tokocrypto. Ikuti Google News Tokonews untuk update berita crypto dan download aplikasi trading bitcoin & crypto sekaran
DISCLAIMER: Investasi aset kripto mengandung risiko tinggi dan segala keputusan investasi yang diambil oleh Anda berdasarkan rekomendasi, riset dan informasi seluruhnya merupakan tanggung jawab Anda. Tidak ada lembaga atau otoritas negara yang bertanggung jawab atas risiko investasi tersebut. Konten ini hanya bersifat informasi bukan ajakan menjual atau membeli
Tokocrypto berizin dan diawasi oleh Otoritas Jasa keuangan.
The post Sinyal Langka Muncul! Bitcoin Mendekati Undervalued Zone di $69.000 appeared first on Tokocrypto News.

