Risalah rapat Federal Reserve untuk bulan Januari, yang dirilis pada hari Rabu, menunjukkan perubahan nada yang mengejutkan ke arah hawkish dari para pembuat kebijakan, karena beberapa pejabat secara terbuka membahas kemungkinan kenaikan suku bunga jika inflasi tetap tinggi.
Bitcoin jatuh tajam sebagai respons, turun di bawah US$66.500 selama jam perdagangan Asia.
Komite Pasar Terbuka Federal AS (FOMC) memberikan suara 10-2 pada rapat pada 27-28 Januari untuk mempertahankan suku bunga acuan federal pada 3,5%-3,75%, setelah sebelumnya memangkas total 75 basis poin dalam tiga kali pemotongan berturut-turut antara September dan Desember 2025.
Gubernur Christopher Waller dan Stephen Miran menjadi dua pihak yang berbeda pendapat, karena mereka menginginkan penurunan seperempat poin dan berpendapat bahwa pasar tenaga kerja masih rentan tanpa dukungan moneter tambahan.
Namun, secara umum, komite ini mengambil sikap yang sangat hati-hati. Beberapa peserta memperingatkan bahwa pelonggaran lebih lanjut di tengah inflasi yang tinggi dapat menandakan komitmen pada target 2% yang semakin lemah. Sebagian besar lebih memilih mempertahankan suku bunga tetap. Mereka menginginkan “indikasi yang jelas bahwa disinflasi benar-benar berada di jalur yang tepat” sebelum melakukan pemangkasan berikutnya.
Yang paling mencolok, beberapa pejabat menginginkan pernyataan pasca-rapat mencantumkan kemungkinan “penyesuaian ke atas” pada suku bunga acuan federal. Ini merupakan referensi langsung pada kemungkinan kenaikan suku bunga.
Arah hawkish ini membuka potensi benturan dengan kepemimpinan baru The Fed. Masa jabatan Ketua Jerome Powell akan berakhir pada bulan Mei, dan Presiden Donald Trump telah mencalonkan mantan Gubernur Fed Kevin Warsh sebagai penggantinya.
Trump telah berulang kali menyerukan penurunan suku bunga, dan Gedung Putih pada hari Rabu menegaskan bahwa data terbaru menunjukkan inflasi “dingin dan stabil.” Namun, indikator inflasi utama The Fed adalah Indeks Harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE). PCE diperkirakan akan meningkat kembali dalam beberapa bulan mendatang. Ini bisa membuat jadwal pemotongan suku bunga di masa depan menjadi lebih rumit.
Saat ini, para trader Futures memproyeksikan pemangkasan suku bunga berikutnya baru akan terjadi paling cepat pada bulan Juni, dengan kemungkinan lanjutan pada bulan September atau Oktober.
Pasar aset kripto langsung bereaksi. Bitcoin mulai turun tak lama setelah risalah dirilis di sesi perdagangan sore AS dan jatuh dari sekitar US$68.300 menjadi di bawah US$66.500 pada pagi hari waktu Asia. Itu berarti penurunan 1,6% dalam 24 jam. Koreksi semakin dalam seiring meningkatnya ketegangan AS-Iran yang membuat harga minyak melonjak lebih dari 4%, sehingga selera risiko semakin turun.
CEO Coinbase Brian Armstrong berusaha untuk menenangkan pasar, menyatakan bahwa penurunan baru-baru ini nampaknya lebih disebabkan oleh faktor psikologis daripada fundamental. Dia menjelaskan bahwa exchange sedang melakukan pembelian kembali saham dan menambah akumulasi Bitcoin saat harga turun.
Data pasar menunjukkan volume perdagangan dan perputaran meningkat ketika pasar Asia kembali beraktivitas usai libur Tahun Baru Imlek, sehingga tekanan jual semakin besar di tengah ketidakpastian ekonomi makro yang tinggi.
Dengan sinyal The Fed untuk jeda lebih panjang dan risiko geopolitik makin tinggi, pasar aset kripto kini harus menghadapi jalan yang menantang — setidaknya hingga muncul sinyal yang lebih jelas terkait inflasi maupun arah kebijakan suku bunga.


